Breaking News

Polisi Bunuh Anak Kandung

Terdengar Suara Istigfar Pada Rekonstruksi Mutilasi

Windri yang tampak mengenakan jaket sport hitam, serta kerudung hitam dan masker, tampak masih lemah dan ditemani dua Polwan.

Penulis: Zulkifli | Editor: Galih Nofrio Nanda
Tribun Pontianak/Zulkifli
Windri saat mengikuti satu demi satu adegan dalam Pra Rekontruksi di tempat kejadian perkaran di Asrama Polres Melawi Minggu (28/2) sore. Sebanyak 27 adegan di peragakan dalam pra rekontruksi ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Sebanyak 27 adegan dijalani sejumlah saksi, termasuk istri pelaku Windri dalam pra rekontruksi kasus pembunuhan dan mutilasi dua anak yang digelar, Polisi Minggu (28/2) sore.

Windri yang tampak mengenakan jaket sport hitam, serta kerudung hitam dan masker, tampak masih lemah dan ditemani dua Polwan.

Pada adegan ke empat, Windri kemudian dipapah dua Polwan, masuk kedalam rumah. Proses pra rekonstruksi inipun berlangsung tertutup awak, media hanya dapat menyaksikan dari belakang Police line.

Sekira 15 menit kemudian, terdengar suara yang cukup membuat lirih terdengar dari  dalam rumah.
"Astaghfirullahalazim... Astaghfirulllah... Astaghfirullah...,"

Tampak suara  bebrapa anggota terdengar mencoba menenangkan Windri.

Selang beberapa lama kemudian Polisi melanjutkan langsung pada degan ke 18. Dimana Windri pada saat itu, keluar berlari dari pintu depan dan berteriak.

Pada adegan tersebut, Windri sempat berdiri depan rumah Brigadir Sukadi dan melihat suaminya berdiri depan pintu.

Windri pada adegan selanjutnya kemudian menggedor pintu rumah Sukadi dan dibuka oleh Sukadi.


Windri diamankan dirumah Sukadi sementara Sukadi pada. Adegan selanjutnya, menghampiri Bakus yang duduk diteras.  Terjadi dialog pada saat itu.

Pada adegan ke21, AKP Sofyan yang menginap dirumah Kasat Intelkam,  mendengar teriakan kemudian datang ke lokasi. Pada saat itu Bakus bebicara dan mnyerahkan diri.

AKP Sofyan kemudian memanggil Kasat Intelkam.Pada adegan ke 22 Kasat Intel tiba bersama Kapolsek Manukung AKP Sofyan.

Kasat Intel menanyakan kepada Pelaku. "Kamu Kenapa Kus".

Bakus menjawab. "Sudah saya bersihkan ," kata Bakus.

Kasat Intel kembali bertanya Apa yang di bersihkan.

"Anak saya, ini perintahTuhan.Kalau tidak percaya buka jubah saya komandan,"ungkapnya

Pada adegan ke 24 tersangka Bakus, dibawa ke Surau yang ada tak jauh dari lokasi.

Pada saat itu Bakus sempat mengobrol dengan Ustadz Ali Murtadho. Sebelum akhirnya pada adegan ke 27 Bakus ditangkap oleh anggota. (zul)

BACA BERITA DAN KISAH SELENGKAPNYA DI EDISI CETAK TRIBUN PONTIANAK, SENIN (29/2/2016)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved