Polisi Bunuh Anak Kandung
Kapolres Tepis Dugaan Brigadir Petrus Stres Akibat Beban Kerja
Tersangka kata Kapolres memang tidak dibekali senjata api, bukan karena tidak lulus tes psikologi.
Penulis: Zulkifli | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, MELAWI - Kapolres Melawi, AKBP Cornelis menampik anggapan bahwa anak buahnya, Brigadir Petrus Bakus, tersangka mutilasi kedua anaknya mengalami stress karena beban kerjaan yang terlalu berat.
"Saya pikir yang bersangkutan kerja Intelkam, beban kerjanya tidak begitu berat. Karena memang di wilayah Polres Melawi ini cukup landai-landai saja," tutur Kapolres.
Cornelis memastikan track recor, Brigadir Petrus yang bertugas di Sat Intelkam sejak lulus dan naik pangkat pada Januari 2016 lalu merupakan sosok polisi yang baik.
"Dia baik rajin melaksanakan tugas, berdedikasi tinggi. Jadi tidak ada gejala lain. Semua berjalan baik, loyalitas cukup," ujarnya.
Tersangka kata Kapolres memang tidak dibekali senjata api, bukan karena tidak lulus tes psikologi. Melainkan memang secara klasifikasi tugasnya tidak membutuhkan senpi.
"Jadi pertimbangan bukan karena psikologis. Dia juga tidak mengajukan itu," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/petrus-bakus_20160226_165156.jpg)