Breaking News:

Cap Go Meh 2016

Walau Singkawang Hujan Tak Turunkan Minat Wisatawan Menonton Tatung

Tidak hanya para tatung wisatawan juga rela berhujan-hujanan demi mengabadikan momen tahunan ini.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Galih Nofrio Nanda
Tribun Pontianak/Destriadi YJ
Tatung sudah mulai melakukan ritual cuci jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (21/2/2016) pukul 08.00 WIB. Kendati hujan semakin deras mengguyur Kota Singkawang, tidak membuat penonton berpindah tempat untuk berteduh. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Hujan terus mengguyur kota Singkawang namun tidak menyurutkan semangat para tatung melaksanakan ritual cuci jalan, Minggu (21/1/2016). Tidak hanya para tatung wisatawan juga rela berhujan-hujanan demi mengabadikan momen tahunan ini.

Satu diantaranya, Adi Marsiela (35) yang datang dari Bandung untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh ini. Adi yang juga merupakan ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Bandung ini mengaku kendati hujan namun momen cuci jalan ini terlalu sayang untuk dilewatkan.

"Kalau di Bandung hujan seperti ini lebih baik saya nggak ambil foto, tapi disinikan berbeda. Saya juga pertama kali datang kesini, niatnya silahturahmi sekalian menyaksikan festival Cap Go Meh," ujar Adi kepada tribunpontianak.co.id, Minggu (21/2).

Diakui olehnya suasana perayaan di Bandung dengan di Singkawang ini sangat jauh berbeda. Terutama dari jumlah tatung yang ikut meramaikan festival Cap Go Meh.

"Suasananya berbeda dengan Bandung yang hanya sehari, tapi ukuran Bandung sudah meriah. Disini sangat meriah, kalau di Bandung Tatung bisa dihitung dengan jari disini banyak sekali," ungkapnya.(ian)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved