Komunitas Motor Peduli Keselamatan Berkendara
Tidak hanya lewat ucapan saja, tetapi dengan praktik yaitu menggunakan sepeda motor Honda dalam aktivitas keseharian, hingga touring ke mana-mana
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 150 perwakilan 45 klub motor Honda seluruh Kalbar menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) Paguyuban Honda West Borneo Club (HWBC) di Gedung Dekopin Kalbar, Jalan Sutoyo, Pontianak pada Minggu (21/2/2016).
Ketua HWBC, Reinald Bonanza mengatakan selain Mubes dan pemilihan ketua baru, rangkaian kegiatan diisi dengan pelatihan manajemen, keselamatan berkendara, dan pelatihan jurnalistik.
"Perkembangan anak motor alhamdulillah maju pesat. Sekarang komunitas tidak seperti geng motor dan kita juga mengubah mindset. Komunitas motor jangan disamakan dengan geng motor," ujarnya di sela-sela Mubes.
Reinald mengatakan sebagai tempat berkumpul para pecinta motor, komunitas adalah tempat saling bersilaturahmi, sharing, hingga berbagi pengalaman.
Keselamatan berkendara adalah salah satu kampanye komunitas. Pihaknya juga kerap menggelar kegiatan-kegiatan sosial seperti sahur on the road, bantuan ke panti asuhan, serta pembagian masker dan acara kemanusiaan lainnya.
Koordinator HWBC, Dony Adrian mengatakan Astra Motor Pontianak mendukung penuh berdirinya komunitas apalagi di bawah paguyuban. Komunitas merupakan brand ambassador Honda, lantaran mereka punya hobi dengan Honda sebagai sarananya.
"Mereka orang-orang yang memperkenalkan sepeda motor Honda kepada masyarakat. Tidak hanya lewat ucapan saja, tetapi dengan praktik yaitu menggunakan sepeda motor Honda dalam aktivitas keseharian, hingga touring ke mana-mana," katanya.
Dony mengatakan, komunitas sepeda motor, sejauh ini memberikan banyak hal positif. Makanya Honda memberikan fasilitas dan pembinaan kepada komunitas sepeda motor Honda untuk berkembang.
Komunitas merupakan pehobi yang bangga menggunakan sepeda motor Honda, dan mendukung semangat safety riding yang menjadi misi Honda.
"Kami hanya memfasilitasi. Paguyuban hanya wadah, dam kita buat kegiatan untuk menambah ilmu mereka. Cuma nge-blog belum ada, facebook masing-masing klub ada. Makanya kami training jurnalistik jadi sambil touring mereka bisa nulis," katanya.
Dony mengatakan, jika klub motor punya kemampuan jurnalistik, mereka bisa menceritakan dan mendokumentasikan kegiatan mereka kepada khalayak ramai. "Perjalanan mereka sudah ke mana- mana hingga ke Malaysia, tetapi kebanyakan ke tempat wisata alam," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hwbc_20160221_205407.jpg)