Putus Sekolah Tegar Pilih Ngamen
Jari jemari tegar tampak, tampak lincah memainkan gitar Ukulele
Penulis: Zulkifli | Editor: Galih Nofrio Nanda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Seiring ramainya warga menjejali, pusat jajanan kuliner, Lapangan Kecamatan Nanga Pinoh, seakan menjadi ladang rezeki, bagi banyak pihak. Ada pedagang tukang parkir, bahkan anak-anak pengamen, juga tak ketinggalan.
Bunyi gitar Tegar (17) terdengar dari kejauhan, mendekati sejumlah pengunjung. Bersama dua rekan rekanya, tegar asik mementing dan menyanyikan sebuah lagu, yang mungkin tidak asing ditelinga. Lagu itu biasa dibawakan seorang pengamen cilik yang sempat tenar, diayar kaca televisi swasta dan namanya kebetulan sama yakni Tegar.
Jari jemari tegar tampak, tampak lincah memainkan gitar Ukulele. Sementara seorang rekanya, memegang kantong kresek, seorang lagi memegang, alat musik yang mereka racik dari bahan tutup botol bekas.
"Nama saya Tegar om. Umur 17 Om," Kata Tegar kepada Tribun Sabtu (13/2/2016)malam.
Dilihat kasat mata, Tegar seakan tidak seperti anak seumur 17 tahun. Karena tubuhnya terbilang masih kecil mungil. Bahkan Tegar memastikan kembali bahwa ia sudah berusia 17 tahun.
Tegar mengaku, sudah putus sekolah sejak tingkat Sekolah Dasar( SD) Alasanya karena orang tua tidak cukup ongkos.
"Nggak ada biaya Om," imbuhnya.
Tegar mengatakan, sehari-hari terbiasa mengamen di lapangan Kecamatan Nanga Pinoh .Dalam semalam dia mengaku bisa mendapat, Rp20-30 ribu.Jika beruntung mereka bisa mendapat lebih. Seperti pada saat malam Minggu.
Tegar mengatakan hasil mengamen, ia gunakan untuk membeli kebutuhananya. Paling tidak untuk jajanan sehari-hari.
Pantauan Tribun, satu di antara rekan Tegar tampak masih kecil. Ini tentu sangat mempertihatinkan, karena anak masih dibawah umur, selayaknya berada dirumah, dan tidak berkeliaran pada malam hari.
"Kadang-kadang serba salah, juga kalau dikasi,nanti mereka malah kebiasaan. Karena mereka masih kecil-kecil, tidak pantas untuk ngamen," kata seorang warga. (zul).