Icmi Bukan Partai Politik

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Icmi) Pusat, Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH, telah resmi melantik Majelis Pengurus Wilayah Icmi Kalbar.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Ketua Umum Icmi Pusat, Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH, saat melantikan Majelis Pengurus Wilayah Icmi Kalbar, di Gedung Rektorat Untan Lantai 3, Sabtu (13/2). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Icmi) Pusat, Jimly Asshiddiqie telah resmi melantik Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Icmi) Kalbar, di Gedung Rektorat Untan Lantai 3, Sabtu (13/2/2016) pukul 09.45 WIB.

Ketua Icmi Kalbar, Thamrin Usman menyatakan Icmi memiliki tugas yang berat kedepannya. Karena Icmi merupakan bagian dari masyarakat. Maka Icmi harus fokus bagaimana bisa menyelesaikan tugas berat ini.

"Icmi harus betul-betul berfungi memberikan memfaat kepada masyarakat Kalbar dan secara umum untuk Indonesia. Ini tugas tidak mudah. Kalau saya lihat pengurus Icmi cukup banyak, ini tentunya menjadi kekuatan bagi Icmi untuk memberikan memfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Thamrin, pengurus yang besar dengan kekuatan akan memberikan memfaat bagi masyarakat. "Apa lagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) itu juga tatangan kita dan, juga hadirnya gafatar di Kalbar juga menguras tenaga kita," ucapnya.

Thamrin berharap, mudah-mudahan dengan kehadiran Icmi ini bisa mengurangi beban dari pemerintah baik pemerintah Pusat maupun daerah. "Ini semua demi untuk membangun dan menyelamatkan negara Indonesia," ungkapnya.

Jimly menuturkan, mengelola Icmi adalah untuk bangsa dan negara Indonesia. "Perlu kita tegaskan adalah Icmi bukan hanya dilahirkan untuk umat Islam, tapi untuk negara Indonesia. Karena demi membangun Indonesia," ucapnya.

Maka dari itu ajak Jimly, marilah bersama-sama pasang niat yang baik dan harus berpikir besar, dan jangka panjang. "Insya Allah, waktu kita banyak sehingga jangan buang waktu dengan sia-sia. Serta kita harus berkomitmen dan bersinergi untuk positif. serta mudah-mudah diberikan kemudahkan oleh Allah SWT," tuturnya.

Kunci untuk mengembangkan Icmi untuk bangsa dan negera Indonesia itu menurut Prof Jimly adalah, adanya kualitas iman, ilmu, kerja, dan kualitas hidup. "Kita juga harus mengambil peran kelas menanggah. Kalau berfungsi dengan tepat, maka bisa membangun Indonsia," jelasnya.

Zaman sekarang kata Jimly, sudah berubah, dengan kebebasan baik bidang politik, kebudayaan dan ekonomi. "Jadi kita sekarang ini betul-betul bebas, dan sudah masuk pasar bebas. Tanpa sadar kita masuk perangkap pasar bebas. Jadi kita sekarang dalam hidup pasar," ucapnya.

Dalam situasi macam ini tambah Jimly, harus memerlukan masjid dan tempat ibadah lainnya dalam arti perlu spritual dan materialitas yaitu, keseimbangan berbangsa dan kemasyarakatan. "Kita sebagai Icmi harus bersama-sama dengan umat lain. Jadi kita memiliki kepedulian, untuk mengendalikan kebudayaan pasar itu. Karena tidak mungkin kita berkembang kalau hanya kematerialitas saja," katanya.

Selain itu Prof Jimly, menegaskan bahwa Icmi bukan partai politik tapi tempat berkumpulnya para cendekiawan baik dari politisi, ormas, dan cendekiawan lainnya. "Sinergi sangat penting, untuk melihat corak kehidupan masyarakat kita yang pruralisme," ungkapnya.

Hadir dalam pelantikan Majelis Pengurus Wilayah Icmi Kalbar seperti, Walikota Pontianak, Sutarmidji, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Ketua DPRD Kota Pontianak, Kakanwil Kemenag Kalbar, Gubernur Kalbar, Cornelis MH diwakili oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar, Aliuk, dan para undangan lainnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved