MABM Sanggau Minta Melayu Jaga Marwah

Budi Darmawan meminta seluruh warga Melayu bisa menjaga marwah dan tidak terpecah-pecah.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Pangeran Ratu Surya Negara, para Kepala SKPD, Anggota DPRD dan unsur Muspika Berfoto Bersama Usai Pelantikan, Selasa (2/2). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SANGGAU - Ketua DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan meminta seluruh warga Melayu bisa menjaga marwah dan tidak terpecah-pecah. Hal itu disampaikan pada saat melantik tiga DPC MABM Kecamatan Tayan Hilir, Balai, dan Toba yang dipusatkan di Tayan Hilir, Selasa (2/2/2016).

Budi mengatakan, MABM tidak hanya sebuah organisasi budaya yang hanya fokus mengembangkan budaya melayu saja, tetapi diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Pelestarian budaya melayu itu mesti kita lakukan, yang lama itu kita kembangkan dan menggali budaya yang belum tergali, tetapi tidak melupakan kontribusi kita sebagai bagian dari masyarakat Sanggau untuk bersama-sama memberikan kontribusi membangun daerah,” harapnya.

Dengan 120 komposisi pengurus baru di tiga Kecamatan, Budi berpesan agar MABM tidak hanya bekerja sendiri tetapi melibatkan semua elemen melayu dan etnis lainnya.

“Kalau mau cepat pembangunan di daerah, semuanya harus dirangkul, baik dengan seluruh elemen Melayunya maupun etnis lain di tiga Kecamatan itu,” tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved