Pencari Obat Dikira Teroris

Kronologi Penangkapan Enam Orang yang Diduga Teroris di Anjongan

Masyarakat memantau dari awal, karena sikapnya mencurigakan makanya ditangkap.

Penulis: Madrosid | Editor: Arief
NET
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Warga Anjongan, Ahian Lacon mengisahkan kronologis penangkapan terhadap keenam orang yang dicurigai sebagai teroris.

Berangkat dari awal kecurigaan masyarakat terhadap gerak gerik mereka, saat berada di hutan yang diperkirakan mencari sesuatu.

"Masyarakat memantau dari awal, karena sikapnya mencurigakan makanya ditangkap. Sebab, mereka ini terdiri dari semua etnis, ada Jawa, Tionghoa, Melayu dan Dayak," ujar Ahian yang mengaku tahu persis proses penangkapan.

Saat ini, masyarakat selalu waspada dengan adanya isu-isu serta kejadian yang sedang berkembang di indonesia termasuk dengan adanya organisasi tertentu yang sedang menghangat.

"Maklum sekarang ini situasinya kan memang sedang hangat-hangatnya. Apalagi dengan adanya organisasi yang ribut di tempat kita ini, makanya masyarakat waspada dan menangkap mereka," katanya.

BACA JUGA: Kapolsek Pastikan Enam Orang yang Diamankan Bukan Teroris

Secara fisik, Ahian memang meragukan keenam orang ini sebagai anggota dari organisasi teror. Namun penangkapan dilakukan sebagai bentuk proteksi warga, terlebih isu terorisme sedang marak.

"Memang kalau dari fisik tidak meyakin sekali. Makanya kita saat menangkapnya langsung membawanya ke polisi. Tidak sampai ada tindak kekerasan. Kita hanya ingin memastikan saja," katanya.

BACA JUGA: Diduga Teroris, Enam Warga Sungai Pinyuh Diamankan ke Polsek

Sebelumnya diberitakan, Polsek Anjongan melakukan pengamanan terhadap enam orang warga Sungai Pinyuh yang diduga terlibat aksi terorisme, Sabtu (16/1/2016).

Mereka ditangkap warga di wilayah Desa Pak Bulu, Kecamatan Anjongan, Kalimantan Barat, saat mencari obat tradisional.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved