Pembangunan Masjid Terbengkalai, Kini Jadi Sarang Kelelawar
Tapi kenyataanya pembangunan terbengkalai sehingga saat ini sangat kumuh serta menjadi sarang laba-laba dan kelelawar.
Penulis: Subandi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sekretaris Pembangunan Masjid Agung Kecamatan Kendawangan, Hamzah Saputra meminta perusahaan menyelesaikan pembangunan masjid ini.
Pasalnya, sudah empat tahun pembangunan tidak juga diselesaikan pihak perusahaan yang bertanggung jawab membangun masjid tersebut.
"Padahal janjinya sebelum masa jabatan Bupati Ketapang, Henrikus berakhir masjid ini sudah selesai dan diresmikan," kata Hamzah kepada wartawan di Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (10/1/2016).
Ia menceritakan awal pembangunan masjid besar Kendawangan in bermula dari harapan masyarakat terhadap perusahaan untuk membangun masjid besar. Kemudian harapan itu direalisasikan perusahaan dan sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Ketapang.
Saat itu, gambar masjid sudah diseminarkan dihadapan seluruh masyarakat dan pejabat. Namun ketika dikerjakan ternyata tidak sesuai gambar yang ditunjukkan. Kemudian masyarakat menuntut sehingga diganti gambar.
"Pekerjaan hingga dua kali rehab ini belum juga selesai bahkan tak sesuai gambar. Kita harap perusahaan menindaklanjuti penyelesaian pembangunan masjid ini. Tolong karena masjid ini jadi cerminan masyarakat Kendawangan," ucapnya.
Ia sangat berharap iktikad baik perusahaan segera menyelesaikan sepenuhnya pembangunan masjid ini hingga bisa digunakan masyarakat. Pihaknya tak ada memegang sepeser rupiah uang pembangunan masjid yang dianggarkan Rp 2 miliar lebih tersebut.
Menurut Hamzah, semua pekerjaan pembangunan dikerjakan perusahaan dan masyarakat hanya terima jadi. Tapi kenyataanya pembangunan terbengkalai sehingga saat ini sangat kumuh serta menjadi sarang laba-laba dan kelelawar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/masjid-kendawangan-terbengkalai_20160110_162230.jpg)