Mulyadi Pimpin Pemuda Muhammadiyah Kalbar
Pemuda Muhammadiyah harus menjadi lokomotif bangsa. Ini tugas Pemuda Muhammadiyah untuk tidak terjebak kepada sentimen agama
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - H Mulyadi MY resmi menjadi Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat periode 2014-2018 Mulyadi menggantikan Firman di periode sebelumnya.
Pelantikan dilakukan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalbar, Jalan Ahmad Yani II, Kubu Raya, Rabu (6/1/2016). Beberapa tokoh PW Muhammadiyah Kalbar tampak hadir menyaksikan pelantikan tersebut.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Andi Fajar Asti mengatakan, Pemuda Muhammadiyah adalah kelompok yang tidak mau tertinggal dalam membangun bangsa Indonesia berkemajuan. Ini sesuai dengan tema pelantikan "Menjawab Tantangan Zaman Wujudkan Masyarakat Kalbar Berkemajuan".
"Muhammadiyah harus menjadi penengah. Pelantikan ini sebagai legitimasi. Ini adalah niat tulus kehadiran tokoh-tokoh Muhammadiyah sebagai pembimbing generasi Muhammadiyah ke depan," ungkapnya.
Lanjut dia, Pemuda Muhammadiyah harus solid dalam menuju fastabiqul khairat. Konsolidasi gerakan tidak boleh putus dan harus menjadi ruh Muhammadiyah.
"Pemuda Muhammadiyah harus menjadi lokomotif bangsa. Ini tugas Pemuda Muhammadiyah untuk tidak terjebak kepada sentimen agama. Bagaimana mengkaji hubungan antarumat beragama. Harus solid sampai akhir, menjadi kerja sama tim bersama PW Muhammadiyah lainnya," katanya.
Tokoh Muhammadiyah Kalbar sekaligus anggota DPR-RI Fraksi PAN, H Sukiman, mengatakan dalam organisasi terdapat lika-liku. Namun, di situ adalah bumbunya.
"Kepada yang terpilih supaya mampu berkonsolidasi. Kepemimpinan Muhammadiyah berbeda, bukan meminta jabatan. Namun, anggotalah yang memilih untuk menjadi pemimpin. Pemuda Muhammadiyah harus meniru musyawarah ini," ucapnya.
Sukiman mengatakan, pemilihan pemimpin diperlukan agar proses kaderisasi dan konsolidasi berjalan baik. Diingatkannya, organisasi Muhammadiyah bukan untuk hidup, tetapi bagaimana setiap anggota menghidupkan organisasi ini.
"Ini bukan partai politik, secara bertahap lakukanlah konsolidasi dulu. Kita bangun terus hubungan. Pemuda Muhammadiyah adalah calon kader. Apa manfaat kehidupan ini, itu mesti diingat. Jangan pernah puas belajar terus dan bersyukur. Khusus Kalbar tantangan umat luar biasa, termasuk tantangan moral. Kalau bukan kita siapa lagi menangkalnya," pesannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pemuda-muhammadiyah-kalbar_20160106_195538.jpg)