Warga Runting Seberangi Sungai Arus Deras

Kalau lewat jalan darat perjalanan kurang lebih tiga jam, namun kalau musim hujan seperti sekarang ini bisa sampai 4 jam

Penulis: Ali Anshori | Editor: Jamadin
Istimewa
Jalur Sungai - Sejumlah warga turun dari sped saat mengarungi sungai Pinoh menuju Dusun Runting, Desa Nanga Pak, Kecamatan Sayan belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Masyarakat Dusun Runting, Desa Nanga Pak, Kecamatan Sayan, Melawi terpaksa menyeberangi sungai arus deras untuk bisa ke kota.

"Sering juga terjadi kecelakaan spednya patah saat melewati riam di sungai, bahkan beberapa waktu lalu ada juga yang sampai meninggal," kata Hermas Bujang, warga Nanga Pinoh yang kerap bepergian ke Dusun Runting, Minggu (3/1/2015) kemarin.

Dia mengatakan, dari Nanga Pinoh ke Dusun Runting membutuhkan perjalanan kurang lebih 6 jam menggunakan spid, sementara biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp 1 juta. Dalam perjalanan kerap kali para penumpang harus turun untuk menghindari resiko sped terbalik.

"Selama enam jam perjalanan itu kita juga harus mempersiapkan bekal, jadi saat istirahat kita bisa makan, kalau tidak seperti itu kita bisa kelaparan di jalan," jelasnya.

Hermas mengungkapkan, jalur sungai memang bukan satu-satunya akses menuju Dusun Runting. Sebab saat ini sudah ada jalan darat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat, hanya saja kondisinya belum memungkinkan, karena jalannya sempit, sedangkan jembatannya juga masih darurat, sehingga cukup bahaya.

"Kalau lewat jalan darat perjalanan kurang lebih tiga jam, namun kalau musim hujan seperti sekarang ini bisa sampai 4 jam, karena memang jalannya cukup licin dan sempit," jelas Hermas Bujang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved