Breaking News:

Timbang Badan Syarat untuk Melanjutkan Pertandingan

Kejuaraan ini penting sekali karena berguna untuk meningkatkan gairah tinju profesioanal di Indonesia

try Juliansyah
TIMBANG BADAN - Petinju dari empat partai pembuka Air force boxing Championship melakukan timbang badan di Graha Teddy Kustari Lanud Supadio, Selasa (29/12). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Inspektur pertandingan dari KTI, Oetoyo , memimpin langsung timbang badan untuk empat partai tambahan di Graha Teddy Kustari (GTK) Lanud Supadio sebelum partai puncak Air Force Boxing Champhionship digelar, Selasa (29/12).

Kempat partai tambahan itu adalah Kelas Bantam 54 kg, 4 ronde (sabuk Emas Ketua Koni), Irfandi Kuntoh (Dirgantara BC) melawan Alexander Warken (Yogya BC). Pada Kelas Walter Ringan 63 Kg, 6 ronde (Sabuk Emas Gubernur Kalbar), Ilham Loisa (Dirgantara Mabesau) melawan Mujiono (Yogya BC).

Untuk Kelas Terbang 52 Kg, 4 ronde (sabuk Emas Bupati Kubu Raya), Yudi Golota (Kubu Raya BC) melawan Teguh Setia Widadi (Yoyga BC). Sedangkan di Kelas Ringan 65 Kg, 12 ronde (sabuk Emas Kasau), Agus Kustiawan (Dirgantara Mabesau) melawan Boydo Simanjuntak (Mandiri BC Jakarta).

Menurut Oetoyo seorang petinju timbang badan merupakan salah satu syarat untuk bisa melanjutkan pertandingan. Selain timbang badan, kesehatan petinju juga diperiksa secara eksternal seperti kepala, leher, paru, jantung, perut, tangan dan kaki.

"Disisi lain semua persyaratan untuk melaksanakan pertandingan juga sudah terpenuhi mulai dari fasilitas, ring sampai dukungan kesehatan. Kita semua berharap agar dengan adanya even seperti ini bisa menggairahkan iklim pertinjuan supaya bisa mencari bibit-bibit baru dan lebih berprestasi lagi baik ditingkat Nasional maupun Internasional," ungkap Oetoyo.

Pertandingan tinju profesional yang digelar oleh TNI AU menurutnya sangat baik terlebih untuk menggairahkan tinju di Kalbar. Dimana diakui olehnya dari Kalbar selalu menghasilkan para petinju yang berkualitas.

"Kejuaraan ini penting sekali karena berguna untuk meningkatkan gairah tinju profesioanal di Indonesia umumnya dan Kalbar khususnya. Dulu Kalbar sering menggerlar kejuaraan profesional ini namun memang sempat lowong dan baru kembali aktif sekarang-sekarang ini," tuturnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved