Basarnas Terima Sinyal Darurat dari Sungai Kapuas

Awalnya sinyal darurat tersebut diduga datang dari kapal yang mengalami kecelakaan.

Tayang:
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani | Editor: Mirna Tribun
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pekatnya kabut asap yang menyelimuti perairan Sungai Kapuas dengan latar belakang Jembatan Kapuas I, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2015) pukul 11.30 WIB. Akibat kabut asap ini, seluruh transportasi air terpaksa mengurangi kecepatan akibat jarang pandang yang terbatas. Seperti pelayaran dengan Kapal Klotok menuju Telok Batang, Kabupaten Kayong Utara yang biasanya menempuh perjalanan 16 jam, kini dapat mencapai 18-19 jam akibat pekatnya kabut asap. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Indonesia Mission Control Center (IDMCC) Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) yang bertempat di Jakarta, menerima sinyal darurat dari alat Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) di Sungai Kapuas, Pontianak, Rabu (9/9/2015) 10.35 WIB.

Awalnya sinyal darurat tersebut diduga datang dari kapal yang mengalami kecelakaan. Tak lama kemudian tim Basarnas Kota Pontianak yang didampingi anggota Polsek KP3L Pontianak menyisir sinyal dengan alat Direction Finder (DF), untuk mencari sinyal EPIRB.

Setelah pencarian dilokasi pancaran sinyal darurat, akhirnya diketahui sinyal EPIRB diketahui berada di kapal Sinar Fajar 7, yang tengah sandar di Dermaga Mataso Jl Kom Yos Sudarso.

Di atas kapal, tim tidak berhasil menemukan EPIRB pada posisi yang seharusnya. EPIRB tersebut akhirnya ditemukan berada di sebuah crane yang berfungsi untuk mengangkut keluar masuk barang di kapal tersebut.

“Dari Basarnas meminta bantuan kepada Polsek KP3L untuk mencari sinyal tersebut dengan hasil ditemukan alat tersebut dalam keadaan hidup, namun alat tersebut berada di kapal yang sedang sandar. Selanjutnya, Basarnas akan menyita barang ini dari pemilik kapal, yang mana pemilik kapal akan berkoordinasi dengan pihak Basarnas sesuai dengan SOP mereka untuk membuat laporan kepada Basarnas Pusat, ” ujar Kapolsek KP3L AKP Hery Purnomo saat ditemui di kantornya.

Menurut petugas Bidang Komunikasi Kantor SAR Pontianak, Adi Kuswoyo, pihak Basarnas Pontianak mendapat informasi dari Basarnas Pusat IDMCC Jakarta, bahwa sinyal EPIRD terus terdeteksi. Selanjutnya dari Basarnas Pusat, pihaknya diminta untuk segera menindaklanjuti sinyal tersebut.

“Kita minta tolong sama Polsek untuk pengamanan saat mendatangi lokasinya. Kita cek apakah benar sinyal distress tersebut ada musibah ataupun aktif sendiri atau dimainkan oleh orang yang tidak tahu,” terang Adi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved