Lokalikasi Dolly Ditutup, PSK Mangkal di Makam

PSK berusia 16 tahun ini telah mengidap HIV/AIDS berdasarkan pemeriksaannya di Rumah Sakit.

Editor: Mirna Tribun
SURYA/Habibur Rohman
Seorang petugas Linmas berjaga di salah satu bekas wisma di Dolly yang kini telah menjadi aset Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (29/10/2014). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Lokalisasi Dolly yang resmi ditutup pada 18 Juni 2014 lalu, kini punya fakta berbeda. Belum genap setahun, Aiman Witjaksono melakukan penelusuran malam hari, menyusuri gang hingga menembus makam.

Akhirnya ia mendapatkan fakta, ada sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) di sana. Tak disangka, PSK yang ditemui masih berusia 16 tahun. Ia pun mengaku biasa mangkal di makam untuk mencari pelanggan, karena wisma-wisma di Dolly sudah ditutup. Tapi, situasi tersebut tak menyurutkan niat PSK ini untuk tetap beroperasi dengan cara apapun.

Dia pun tak sendiri. Ada sejumlah temannya yang sebaya juga beroperasi di tempat yang sama. Dan yang lebih miris, pengakuannya kepada AIMAN, PSK berusia 16 tahun ini telah mengidap HIV/AIDS berdasarkan pemeriksaannya di Rumah Sakit.

Tak hanya itu, AIMAN juga menemukan fakta ada PSK yang sudah berusia 55 tahun. Tapi masih menjajakan diri. Bahkan dari pengakuannya, pelanggannya adalah mahasiswa yang tengah menyelesaikan skripsi. Kala itu sang mahasiswa meminta agar tak diberikan tarif mahal, karena tengah dalam skripsi yang membutuhkan biaya banyak.

Apa yang terjadi di sana? Jangan lewatkan tayangan eksklusif AIMAN hari Senin, 27 April 2015 pukul 22.00 WIB hanya di KompasTV.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved