Kebakaran Hutan

Terbatas Anggaran, Pemadam Tak Mampu Atasi Kebakaran Lahan Besar

"Selama ini kami pemadam kecil-kecil ini untuk mengatasi kebakaran lahan yang ada di Kalbar, khususnya Pontianak dan Kubu Raya."

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Mirna Tribun

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Pemadam Kebakaran PKPA86, Sanusi Hasan mengatakan bahwa pihaknya mengakui tak dapat melakukan pemadaman di lokasi hutan dan lahan yang terbakar, karena keterbatasan sarana-prasarana. (Baca jugaBersama Tanggulangi Kebakaran Hutan di Kalbar)

"Selama ini kami pemadam kecil-kecil ini untuk mengatasi kebakaran lahan yang ada di Kalbar, khususnya Pontianak dan Kubu Raya. Untuk kebakaran lahan yang besar-besar itu kami tidak bisa melaksanakan sepenuhnya, karena sarana dan prasarana di lapangan. Kami betul-betul kesulitan dalam hal seperti bahan bakar," katanya. (Baca jugaSekarang, Sudah 169 Hot Spot Kebakaran Lahan di Kalbar)

Ia juga menjelaskan bahwa kebakaran lahan yang pernah ditemuinya justru dilakukan oleh segelintir oknum, dan bukan karena disebabkan kelalaian dari pembakaran sampah.

"Untuk beberapa bulan kedepan ini, seperti di tahun 2014 lalu, itu menurut kami ulah segelintir oknum, misalnya seperti kebakaran lahan yang pernah ada itu di Sungai Raya Dalam, di Perdana itu kebanyakan pembukaan lahan, jadi selama ini tidak ada yang di amankan atau bahkan di meja hijaukan. Nah, kalau untuk pembakaran sampah ataupun kelalaian seperti yang Kapolda sampaikan tadi, itu sangat kurang tepat, karena kenyataan di lapangan yang kami temui dan kami lakukan pemadaman lahan," ujarnya. 

Lanjutnya lagi, kebanyakan mereka itu membuka lahan, karena baru-baru ini sudah ada undang-undangnya, jika membakar dengan sengaja akan diproses secara hukum, tapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada terbukti.

Ia juga mengakui terbatasnya anggaran, membuatnya tak dapat berbuat banyak, untuk itu ia meminta perhatian pemerintah maupun swasta agar dapat memberikan solusi.

"Kami selaku pemadam, bukan tidak mau bekerja sama dengan pemerintah, karena anggaran kami terbatas. Alangkah baiknya dapat menggandeng perusahaan yang siap memberikan bantuan dana dalam mengatasi kebakaran lahan, sehingga dari dana tersebut kami bisa untuk biaya operasional kami di lapangan, kami tidak mengharapkan besarnya, hanya butuh perhatian baik dari pemerintah maupun perusahaan yang mau bermitra," pintanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved