Ingin Bayi Laki-laki atau Perempuan, Ini Caranya
Jika menginginkan bayi laki-laki, suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, mineral, dan magnesium.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan sama saja. Kalimat itu sering kita dengar dari pasangan yang sedang menunggu datangnya buah hati. Tapi kadang-kadang dalam hati mereka, ada keinginan yang tak bisa disangkal bahwa mereka punya harapan agar anak yang lahir perempuan atau laki-laki. (Baca juga:Jumlah Sel Sprema Mempengaruhi Jenis Kelamin Bayi)
Faktor makanan. Jika menginginkan seorang bayi perempuan, suami harus makan makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam, mineral kalium, dan natrium.
Jika menginginkan bayi laki-laki, suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, mineral, dan magnesium. Sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium (lihat jenis makanan diatas).
Faktor waktu (kapan berhubungan). Jika menginginkan seorang bayi perempuan, lakukan coitus (persetubuhan/senggama) 2-3 hari sebelum ovulasi (masa subur). Dengan demikian, hanya kromosom X yang lebih bertahan lama sampai menunggu sel telur terlepas dari ovarium. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim.
Jika menginginkan bayi laki-laki, waktu berhubungan dilakukan sedekat mungkin dengan ovulasi, sebaiknya tepat pada ovulasi, berkisar antara 12 jam sebelumnya.
Faktor penetrasi. Jika menginginkan seorang bayi perempuan, suami harus menghindari penetrasi terlalu dalam pada saat berhubungan. Sehingga diharapkan sel sperma kromosom X saja yang berkesempatan tetap hidup dan terus berenang menuju sel telur.
Jika menginginkan bayi laki-laki, suami disarankan untuk melakukan penetrasi yang dalam pada saat berhubungan, sehingga sebagian besar dari sperma Y langsung masuk ke rahim.