Heboh Buaya di Sungai Kapuas

Warga Pontianak Digemparkan dengan Buaya yang Timbul di Sungai Kapuas

Terkait kabar timbulnya buaya di sekitar Sungai Kapuas yang berhasil diabadikan dan diunggah di jejaring sosial Facebook.

Tayang:
Editor: Mirna Tribun

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Terkait kabar timbulnya buaya di sekitar Sungai Kapuas yang berhasil diabadikan dan diunggah di jejaring sosial Facebook dan cukup menggemparkan warga Kota Pontianak.

Zuzud Eko Wahyudin, warga yang pertama kali memposting foto di grup Pontianak Informasi. Unggahan foto Buaya sepanjang 1,5 meter yang terlihat berjemur di bibir Sungai Kapuas itu, bertujuan agar warga di sekitar Pangkalan TNI AL (Lanal) Jl Komyos Sudarso Pontianak dapat lebih berhati-hati.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Ir Sustyo Iriono mengatakan akan menyikapi informasi dari masyarakat tersebut, dengan menurunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Konflik Antara Manusia Dengan Satwa Liar. (BACA JUGA: Video Mengejutkan, Ular Makan Buaya)

Sustyo menambahkan, saat ini buaya-buaya tersebut sering muncul didekat pemukiman warga di pinggir sungai, karena disebabkan habitatnya terganggu.

“Kita akan menurunkan tim dari sini tim Rescue, karena kita ada Tim Satgas terkait penanganan konflik satwa dengan manusia. Artinya nanti kita akan lihat kalau ini sudah ada ini menjadi laporan.” Ujarnya saat ditemui Tribun pontianak di Kantor BKSDA Jl Ahmad Yani No 121 Pontianak, Rabu (28/1/2015)

Menurutnya, Tim Satgas ini nantinya akan di turunkan Balai KSDA jika memang meresahkan atau mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar Lanal tersebut. (BACA: Heboh, Warga Mandor Tangkap Buaya Kuning di Danau Gunung Keladi)

“Kita akan turunkan pun kalau seandainya itu memang mengganggu ya, sekiranya kehidupan buaya ini mengganggu kehidupan masyarakat, mungkin kita akan Rescue, tapi kalau tidak mengganggu, mungkin itu memang habitatnya, ya tinggal kita yang sering ke darat.”

Sustyo menjelaskan, jika habitat buaya memang di sepanjang sungai yang ada di kalimantan barat, terutama disepanjang Sungai Kapuas. Selain itu, pendangkalan sungai juga dapat menjadi sebab timbulnya hewan karnivora ini kepermukaan. (BACA JUGA: Buaya Kuning Tangkapan Warga Mandor Dibelah)

Untuk itu, Sustyo mengimbau kepada warga yang berada disepanjang pinggir Sungai Kapuas agar lebih arif untuk memberikan ruang bagi buaya-buaya air tawar ini untuk tetap hidup di habitatnya. Namun jika buaya ini dianggap sudah mengganggu, warga diminta untuk melaporkan ke Balai KSDA Kalimantan Barat atau melalui saluran Telepon 0561 735635/760949, agar dapat dengan segera dilakukan tindakan penyelamatan terhadap hewan tersebut.

“Cuma saya rasa intinya kalau soal persoalan buaya itukan karena habitatnya ya, dan sifatnya mungkin masyarakat yang harus lebih arif, bahwa kita jangan mengganggu, jangan mendekati, bahwa itu habitatnya, mungkin ada pendangkalan sungai ya, itu yang menjadi kenapa buaya itu bisa sering muncul.” (BACA: Pelepasan Buaya di Sungai Mempawah Selalu Menyita Perhatian Masyarakat)

Menurut pengamatan foto yang diunggah warga tersebut, Sustyo belum dapat memastikan jenis buaya tersebut apakah berjenis Senyulong atau jenis lainnya.

“Biasanya di hulu itukan endemik buaya Senyulong, sedangkan kalau yang ini, kalau dilihat dari identifikasi moncongnya itu senyulong, cuma kita belum bisa pastikan bahwa itu jenisnya senyulong, karena kita belum cek ke lapangan, mungkin hari ini setelah ada berita ini kita bisa cek ke lapangan. Balai KSDA Kalimantan Barat, sekarang sudah ada Tim Satgas Penanggulangan Konflik antara Manusia dengan Satwa Liar, jadi ini nanti kita akan turun, mungkin hari ini turun,” ujarnya. (BACA JUGA: KONFLIK BUAYA DAN MANUSIA, SALAH SIAPA?)

Sustyo juga memastikan, jika buaya tersebut tidak meresahkan atau bahkan mengganggu warga sekitar, maka tidak akan ditangkap.

“Pertama kali, Kalau memang buaya itu tidak mengganggu kita tidak akan menangkap, kita akan mengidentifikasi, cek lokasi, kebenarannya. Kalau memang buaya itu jauh dari pemukiman ya nggak apa-apa, karena memang habitatnya di sepanjang sungai. Selagi kita tidak mengganggu dia tidak akan mengganggu kita, pada intinya gitu. Himbauan kami ya, kalau sekiranya tempat mandi itu dekat sekali, ya itu tadi sedikit arif supaya hati-hati untuk mencari tempat yang amanlah untuk mandi, tapi kalau memang sekiranya jauh, dia hanya penampakan saja jauh, ya waspada saja," timpalnya.  (mg1)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved