100 Hari Pemerintahan Jokowi JK
Kinerja Jokowi-JK di Mata Presiden Mahasiswa Untan
Kalau dilihat dari pemerintahan Jokowi dalam seratus hari kerja, lebih banyak kontroversi dibanding bukti kerjanya
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Masa kerja Pemerintahan Jokowi-JK yang sudah memasuki 100 hari, masih belum dirasakan dampak yang signifikan oleh masyrakat, terutama para mahasiswa di Pontianak.
Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak, Rahmat Syaiful menilai, Jokowi sebagai Presiden RI ke-7 belum menunjukkan hasil kerja yang berarti. Justru lebih banyak kebijakan kontroversial yang dilakukan.
"Kalau dilihat dari pemerintahan Jokowi dalam seratus hari kerja, lebih banyak kontroversi dibanding bukti kerjanya," ungkap Rahmat kepada Tribunpontianak.co.id Rabu (28/1/2015).
Menurut Rahmat kebijakan kontroversi yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi dimulai dari kebijakan Menteri Kebudayaan Dikdasmen yang menghapus Kurikulum 2013.
Dilanjutkan dengan Menteri BUMN yang menjual gedung, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri ESDM yang memperpanjang kontrak Freeport yang ada di Papua.
Sementara untuk Kalbar sendiri, Rahmat sangat mengapresiasikan kinerja Jokowi ketika berkunjung ke Kalbar beberapa waktu lalu dan langsung meuju ke daerah perbatasan.
"Untuk Kalbar ada hal positif ketika Jokowi berkunjung ke daerah perbatasan yang ada di Kalbar, walaupun belum terlihat buktinya tapi komitmen Jokowi untuk membangun perbatasan sangat kita hargai, dan semoga ini ditangani serius oleh pemeri tahan Jokowi, " tegasnya.