Putus dari Kakek 80 Tahun, Wanita Mualaf ini Disiram Air Keras
Perempuan berusia 20 tahun ini mengatakan, melihat seorang pria menutupi wajahnya dan menyiram air keras ke wajahnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,INGGRIS - Vikki Horsman (20), wanita mualaf di Wolverhampton, Inggris, disiram memakai air keras seusai kisah cintanya dengan seorang kakek berusia 80 tahun terputus.
Tragedi tersebut, diungkapkan Vikki dalam persidangan di Wolverhampton Crown Court. Ia mengatakan, penyerangan tersebut terjadi pada 15 April 2014.
Perempuan berusia 20 tahun ini mengatakan, melihat seorang pria menutupi wajahnya dan menyiram air keras ke wajahnya di sebuah rumah yang terletak di MacDonald Close, Tividale, West Midlands.
Vikki lantas meloncat, saat melihat wajahnya mulai berisi cairan dan lari ke dapur untuk mencuci wajahnya dengan air dingin. Akibatnya, wajah Horsman rusak.
Dalam persidangan itu pula, Vikki mengungkapkan hubungan cintanya dengan seorang kakek berusia 80 tahun bernama Mohammed Rafiq. Ia sudah melakukan hubungan suami istri dengan Rafis sejak dirinya berusia 18 tahun.
Ia mengaku mengenal Rafiq enam tahun silam. Sang kakek lantas membelikannya sebuah mobil. Sayangnya, hubungan kasih itu memburuk karena si kakek mulai mengontrol kehidupannya.
“Ia selalu menuduh saya selingkuh,” katanya. Ia mengaku dipaksa berpindah agama kemudian mengubah namanya ke Aleena Rafiq pada November 2013.
Karena tidak tahan atas tuduhan perselingkuhan, Vikki lantas mengakhiri hubungan tersebut dan membuat si kakek marah besar. “Ia mengira kami masih berhubungan dan saya katakan tidak,” jelasnya.
Selain Rafiq, dua orang lainnya yang dianggap ikut andil dalam serangan itu adalah Shannon Heaps (23) dan Steven Holmes (25). Rafiq yang hadir di persidangan dan mendengarkan proses itu melalui alat bantu dengar, menolak tuduhan yang dialamatkan kepadanya.