JK Promosikan Potensi Bisnis di Indonesia

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Indonesia Infrastrukture Week 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Mirna Tribun

Citizen Reporter 

Rinto
Humas Provinsi Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Indonesia Infrastrukture Week 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Dalam acara yang juga dihadiri ratusan pengusaha tersebut, Jusuf Kalla mempromosikan potensi bisnis di Indonesia.

Konfrensi Indonesia Infrastrukture Week 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan dihadiri Menko Perekonomian Sofyan Jalil, Menkominfo Rudiantara, Ketua Kadin Suryo B Sulisto dan Gubernur Kalbar Cornelis yang mewakili seluruh Gubernur di Indonesia.

Listrik Satu sektor yang dipromosikan oleh Jusuf Kalla dalam sambutannya adalah pontensi investasi di bidang pembangunan pembangkit .

"Sekarang kebutuhan listrik di Indonesia sekitar 5000 Mega Watt (MW), dan karena menjadi kebutuhan primer, ini dalam lima tahun lagi butuh listrik 35 ribu MW," katanya di JCC, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Jusuf Kalla menjelaskan jika Indonesia tidak membangun pembangkit listrik dengan jumlah apa yang sudah dikatakan, diperkirakan akan terjadi krisis listrik di Indonesia dalam lima tahun mendatang.

Tidak hanya sekedar promosi, Jusuf Kalla juga menyadari beberapa hal yang masih dikeluhkan oleh para pengusahan adalah dalam hal perizinan. Namun begitu, di masa kepemimpinannya besama Presiden Joko Widodo?, ia memastikan hal itu akan lancar.

"Mulai 1 Januari 2015 itu akan kami berlakukan Undang-Undang baru mengenai pembebasan lahan, ini Insya Allah nanti soal pembebasan lahan saya pastikan tidak akan ada masalah lagi," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan , investasi saat ini dinilai tepat mengingat kondisi operasional yang menurutnya belum naik tinggi. Sedangkan proyek pembangunan infrastruktur harus segera dilakukan sebelum semua harga mengalami lonjakan setiap tahunnya.

"Investasi yang paling tepat itu adalah saat pertumbuhan ekonomi sedang turun, ini harga belum naik tinggi, ?oleh karena itu investasi ini adalah investais paling menarik, " kata Jusuf Kalla.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) optimistis target pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 7 persen yang ditetapkan pemerintah bukan hal yang mustahil untuk dicapai. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur yang dapat menggerakkan aktivitas perekonomian Indonesia.

"Kalau kita bisa membuat produktivitas yang lebih baik, itu lebih mudah. Saat ini saja dengan kondisi jalan yang rusak, kita masih bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen," ujar JK.

Saat ini saja dengan kondisi jalan yang rusak, kita masih bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen. Jusuf Kalla

Menurut JK, masyarakat Indonesia dan pelaku usaha tidak perlu pesimistis dalam melihat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia mencontohkan, Jepang tidak berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya karena masyarakat dan pemerintahnya memiliki sifat statis.

"Tetapi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target, tidak bisa kalau hanya dibahas dalam seminar tetapi harus dilakukan," tegasnya.

Wakil Presiden Indonesia ini juga sempat menjelaskan slogan lebih cepat lebih baik yang selalu digunakannya dalam memberi arahan kerja kepada para pejabat negara terinspirasi oleh slogan salah satu merek produk olah raga asal Amerika Serikat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved