Gempita Nang Bujang Dara

Lewat kreasi koleksi-koleksi busana Kapuaknya, ia mampu mengubah busana adat yang tadinya hanya dikenakan untuk acara adat

Penulis: Mirna | Editor: Jamadin

BANYAK cara yang dapat dilakukan untuk mengaktualkan sentuhan etnik pada gaya busana, misalnya lewat materi bahan, corak, modifikasi busana tradisional hingga variasi potongan yang menyinkronkan kekhasan ciptaan etnis dan modern.

Bila kita amati lebih jeli, para perancang dari berbagai penjuru benua menggunakan warna etnik seolah menjadi sumber energi yang tak pernah habis. Inspirasi dengan warna-warna meriah, tegas, namun dekat dengan alam juga menjadi kekuatan mereka.

Keeksestensian mereka dalam mengangkat khas kota bahkan negara masing-masing dapat diberikan apreasi setinggi-tingginya.

Eksistensi dan konsisten pada satu jalur dengan mengangkat adi busana etnik khususnya Kalbar merupakan suatu konsistensi yang tidak mudah bagi Leon, Desaigner Kalbar yang satu ini.

Lewat kreasi koleksi-koleksi busana Kapuaknya, ia mampu mengubah busana adat yang tadinya hanya dikenakan untuk acara adat, kini sudah melebur menjadi busana-busana yang lebih modern.

Aksen etnik yang ditonjolkan melalui kombinasi bahan kapuak dan jerami itu, ditambah detail-detail aksesori kuno seperti koin dan manik, bulu Enggang mampu mengaktualkan keindahan busana khas Kalbar itu.

Pada bahan bercorak etniknya tersebut, aura modern cukup kentara lewat warna merah yang dikombinasikan lewat sentuhan warna merah di beberapa bagian busana.

Meskipun ia selalu menampilkan karya-karya yang selalu inovatif dan modern, namun ia tidak pernah menghilangkan ke khasan dari busana-busana adat itu sendiri. (Tribun Cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved