Remaja A Jadi Korban Cabul Bekerja Memakai Identitas Kakaknya

Pil itu diduga obat tidur yang melemahkan kesadaran A. Di saat itulah, AT diduga memerkosa A.

Editor: Steven Greatness

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANGERANG - Remaja berinisial A (12) yang mengaku korban dari tindak asusila oleh atasan di tempatnya, AT, WNA Tiongkok, bekerja di usia dini. Hal ini dilakukannya lantaran A, yang bekerja di PT II, ingin bekerja membantu keluarganya.

"Ya maklum, Mas. Kita orang kecil, si korban ini sudah dari lama putus sekolah. Dia lamar kerja diam-diam pakai identitas kakaknya," ungkap Ace (42), suami dari kakak A.

Menurut penuturan keluarga, awalnya mereka tidak setuju bahwa A bekerja sebagai buruh pabrik di PT II, yang merupakan pabrik sendal di Tangerang. A sendiri bekerja di bagian produksi dengan jam kerja pukul 19.00-07.00 WIB.

Dengan jam kerja selama itu, A dan karyawan lain hanya memiliki waktu istirahat selama 30 menit. Istirahat dimulai pukul 01.00 WIB dini hari. Dengan pola kerja yang demikian, A sempat pingsan karena terlalu lelah. Saat pingsan, beberapa temannya membopong tubuh A dan membawa ke sebuah ruangan di kantor perusahaan di pabrik itu.

Ketika sadar, kata Ace, A diberi minum air putih oleh AT, yang sudah ada di ruangan tersebut.

"Pas udah sadar dan mau kerja lagi kan, (A) dilarang (sama AT), dan disuruh minum sebuah pil yang dibilang obat," tuturnya.

Pil itu diduga obat tidur yang melemahkan kesadaran A. Di saat itulah, AT diduga memerkosa A.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved