Ramadan 2014

Ibadah Kurang Khusyuk Bisa Berawal dari Gangguan Perut

Perut yang kepenuhan dapat membuat konsentrasi ibadah kita terganggu, seperti mengantuk, sakit perut, sering buang angin, dan gangguan lainnya.

Editor: Steven Greatness

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANJARMASIN - Islam mengingatkan buruknya orang yang mengikuti hawa nafsunya. Begitu juga dalam hal makan dan minum. Allah memerintahkan kita untuk makan dan minum secara wajar.

Demikian ketika berbuka puasa. Jika aksi balas dendam karena menahan lapar di siang hari maka bukanlah manfaat yang kita dapatkan. Justru akan mengganggu konsentrasi beribadah.

"Kita makan berlebihan yang ujung-ujungnya bukan tambah sehat, tapi malah menjadikan kita kekenyangan," ujar ustaz Rahmadi dari Banjarmasin.

Perut yang kepenuhan dapat membuat konsentrasi ibadah kita terganggu, seperti mengantuk, sakit perut, sering buang angin, dan gangguan lainnya yang dapat mengurangi kekhusyukan kita beribadah.

Rahmadi mengingatkan tentang Firman Allah SW tentang tidak berlebihan. "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS Al-A'raf: 31)

Rahmadi menambahkan berlebih-lebihan memang tidak baik. Termasuk di dalamnya adalah berlebihan dalam makan dan minum. Sangat ironis, bila kita mampu menahan makan dan minum sekitar 14 jam, tiba-tiba tidak bisa mengendalikan diri dan jadi berlebih-lebihan ketika waktu maghrib tiba.

Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk tidak memenuhi hawa-nafsunya terhadap makanan yang dikonsumsinya. Berlebihan dalam makan dan minum adalah perbuatan buruk. Begitu pun saat menghadapi waktu berbuka puasa karena beliau saw bersabda:

"Tidak ada tempat paling buruk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya."(HR. Ahmad, an-Nasa'i dan At-Tirmidzi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved