Kancah Politik Pilpres 2014

Sindir Prabowo, JK Sebut Kasus Daging Sapi, Haji, Al Quran Tak Ada di Kita

Atas pertanyaan JK itu, Prabowo mengklarifikasi bahwa dirinya tidak menuduh bahwa maling-maling yang dia maksud berada di kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla

Editor: Steven Greatness

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Debat kelima yang diikuti calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Jakarta, Sabtu (5/7/2014) malam, berlangsung lebih "panas" dibanding debat-debat sebelumnya. Kedua pihak saling menyerang lawan.

Debat terakhir yang dimoderatori Rektor Undip Sudharto P Hadi itu mengangkat tema "Pangan, Energi, dan Lingkungan". Namun, para kandidat berusaha menyerang lawan dengan isu lain, yang kemudian dikaitkan dengan tema debat.

Seperti yang dilakukan cawapres Jusuf Kalla. Ia menyinggung pernyataan capres Prabowo ketika kampanye di Bandung beberapa hari lalu, yang menuduh adanya pihak yang ingin mengubah demokrasi menjadi kleptokrasi. Prabowo menyebut adanya maling-maling yang ingin berkuasa.

"Karena tidak ada maling, mafia daging, mafia minyak, mafia beras, mafia gula, mafia haji di tempat kami, pidato bapak itu ditujukan kepada siapa?" tanya JK.

Atas pertanyaan JK itu, Prabowo mengklarifikasi bahwa dirinya tidak menuduh bahwa maling-maling yang dia maksud berada di kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Bisa dari partai saya, bisa. Saya tidak bisa katakan dari partai saya tidak ada maling," kata Prabowo.

Namun, kalimat Prabowo selanjutnya, maling tersebut bisa juga dari kubu Jokowi-JK. Belakangan, ia mengaku bahwa pernyataannya hanya lebih mengingatkan masyarakat untuk menjaga demokrasi agar tidak larut dari penyimpangan seperti jual beli suara.

Di waktu yang tersisa, Hatta menambahkan, jika ingin menjalankan demokrasi dengan penegakan hukum, maka pemberantasan mafia sebaiknya di serahkan kepada penegak hukum.

Ia meminta agar semua pihak tidak menuduh tanpa data. Menurut Hatta, siapapun mafia itu bisa dicari oleh aparat penegak hukum.

Atas jawaban keduanya, JK terus mengejar jawaban dari Prabowo siapa yang tengah dituduh sebagai maling. Pasalnya, kata JK, hanya ada dua pihak dalam pertarungan Pilpres ini.

"Semua sudah di KPK, (kasus impor) daging ada di KPK, (kasus) haji di KPK, (kasus) Al Quran pun sudah ada di KPK. Tidak ada di sini (kubu Jokowi-JK)," kata JK.

Di sisa waktu, Jokowi menekankan bahwa pernyataan JK itu masih terkait dengan tema debat kali ini. "Bukan ingin membawa ke masalah siapa mafia daging, siapa mafia minyak," kata Jokowi.

Selama tek-tok pernyataan itu, ruang debat riuh dari sorakan para pendukung kedua pihak yang hadir.

Pertanyaan JK itu jelas menyinggung kasus-kasus korupsi yang menjerat orang-orang yang berasal dari parpol dalam koalisi Prabowo-Hatta.

Untuk kasus korupsi impor daging, KPK menjerat Luthfi Hasan Ishaaq (ketika itu Presiden PKS). Ia divonis 16 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dan diperkuat pada tingkat banding.

Kasus korupsi pengadaan Al Quran menjerat politisi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar. Ia divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dan diperkuat pada tingkat banding.

Kasus terbaru yang disinggung JK, yakni dugaan korupsi dalam penyelenggaraan haji yang menjerat Ketua Umum PPP Suryadharma Ali selaku Menteri Agama ketika itu.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved