Boneka Bertutur Cerita Hutan Kalimantan di Sekolah Dasar

Dalam bertutur, Ranti bercerita tentang asal muasal orangutan yang tidak lain berasal dari hutan. Orangutan dan hutan semakin terancam.

Editor: Steven Greatness

Citizen Reporter

Oleh : Petrus Kanisius "Pit"

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dengan menggunakan boneka sebagai media, hari ini (30/4/2014), kami berkesempatan untuk memberikan materi dengan bertutur menggunakan boneka atau panggung boneka (Puppet show) di dua sekolah dasar, SDN 10 Nipah Kuning dan SDN 15 Pulau Kumbang, Kabupaten Kayong Utara.

Sejak pukul 08.00 wib, kami hadir di SDN10 Nipah Kuning dan selanjutnya pukul 10.00 wib di SDN 15, Pulau Kumbang. Ranti Naruri, Tri Bedu Nugroho, Petrus Kanisius bersama empat relawan Tajam, Yayasan Palung terdiri dari Sola Gatia, Edi, Yadi dan Wahyu berkesempatan untuk bertutur tentang hutan dan orangutan kepada murid Sekolah Dasar di dua sekolah tersebut dengan menggunakan boneka sebagai media untuk bertutur (bercerita).

Dalam bertutur, Ranti bercerita tentang asal muasal orangutan yang tidak lain berasal dari hutan. Orangutan dan hutan semakin terancam. Adek, adek ada diantara adek ada yang pernah melihat orangutan dan hutan?. Ada yang tahu orangutan tinggal dimana?. Sembari menggerakkan boneka orangutan, Ranti terlihat seakan menjadi orangutan yang bertutur. Demikian juga teman-teman relawan ada yang berperan sebagai Kelasi, Bekantan dan Si Beruk. Mereka bertutur secara bergantian.

Di SDN 10 Nipah Kuning, kami memulai puppet show dengan mengajak murid untuk bernyanyi sambil bermain dengan membentuk kelompok. Kelompok 1 dengan nama Orangutan, kelompok 2 dengan nama kelasi, kelompok 3 nama kelompok bekantan dan Si beruk kelompok 4. Mereka menyanyikan sambil menyebutkan nama kelompok masing-masing. Nyanyianya kurang lebih seperti; Orangutan... orangutan.... orangutan... Kelasi.... kelasi..... bekantan... bekantan... bekantan.... Si beruk... Si beruk... Si beruk.... Nyanyian di nyanyikan secara 2 kali.

Setelah bernyanyi, Sola, Yadi, Wahyu, Edi dan Ranti bertutur atau bercerita tentang orangutan dan hutan bersama makhluk hidup lainnya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Orangutan dan hutan dalam keterancaman saat ini, prilaku dan tuntutan ekonomi sehingga tidak jarang mengorbankan nasib hidup orangutan dan keanekaraman hayati saat ini.

Selain itu, Orangutan merupakan salah satu satwa endemik yang hanya ada di dua di Indonesia yakni di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Orangutan di kenal sebagai penyebar benih biji-bijian yang selanjutnya menjadi hutan.

Dengan kata lain orangutan adalah sebagai salah satu penyeimbang ekosistem, demikian tutur Ranti. Tak kurang 42 siswa kelas 4 ikut dalam puppet show tersebut di SDN 10 Nipah Kuning.

Sedangkan di SDN 15 Pulau Kumbang, kami melakukan puppet show dengan bercerita tentang Orangutan perlu hutan, orangutan dan hutan perlu manusia untuk menjaga dan saling menghargai.

Bedu Tri Nugroho memberikan sedikit ulasan dan penjelasan tentang UU tentang konservasi SDA, UU no 5 tahun 1990 pasal 21 ayat 2 yang menyebutkan dilarang membunuh, melukai, memilihara dan memperjualbelikan satwa dilindungi dan bagian-bagiannya dalam keadaan hidup ataupun dalam keadaan mati. Bila melanggar akan dikenakan hukuman 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah.

Di SDN 15, sekitar 60 murid hadir dalam puppet show tersebut. Tampak terlihat kegembiraan dari murid yang hadir dan sepertinya sangat menyimak apa yang kami sampaikan. Setelah bertutur dan memberikan dorprize bagi 2 murid yang bisa menjawab pertanyaan dari materi yang kami sampaikan. Dorprize tersebut berupa tempat air minum dan wadah untuk nasi. Pada malam hari kemarin (29/4) dan mala ini (30/4), kami memutarkan film lingkungan/mobile cinema di dua desa tersebut. (Petrus Kanisius "Pit"- Yayasan Palung).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved