Tokoh Pemuda Seru CPNS K2 Bermasalah Sebaiknya Mundur

Agus menyarankan, sebaiknya yang merasa bermasalah mengundurkan diri, sebelum ketahuan.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Steven Greatness

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kisruh persoalan CPNS tenaga honorer K2 yang belum jelas penyelesaiannya memprihatinkan berbagai pihak. Satu di antaranya tokoh pemuda sekaligus Sekretaris Gerakan Cinta Masjid (GCM) Kabupaten Pontianak, Muhammad Agus.

Menurutnya, dana tenaga honorer K2 banyak dimanipulasi karena CPNS K2 yang belum lulus lebih sesuai kriteria dibandingkan yang lulus. Ia menegaskan, keprihatinnya bukan semata-mata buah pikirannya sendiri atau ada kepentingan tertentu. Namun semuanya telah didiskusikan dengan berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian.

"Kita diskusikan masalah ini dengan para tokoh ulama untuk mencarikan
solusi. Sebaiknya, yang merasa bermasalah mengundurkan diri, sebelum
ketahuan. Karena akan dilaporkan resmi oleh masyarakat dan LSM," ujarnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan acuan pemerintah pusat yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPan-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah meminta kepala daerah agar melakukan validasi data nama honorer yang diusulkan memperoleh NIP.

"Namun jika setelah divalidasi dan ditemukan data palsu, maka tidak hanya
tenaga honorer yang akan dipidanakan tetapi juga kepala daerah bersangkutan. Inikan semuanya sudah ada aturannya, atas dasar itulah saya berikan saran ini," kata Agus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved