Ketapang Membara
BREAKING NEWS: Sintiya Lega Ijazah Sekolah Tidak Terbakar
Siswa IPS 3, Kelas 2 SMA 3 Ketapang ini mengaku pakaian dan buku-buku pelajarannya banyak terbakar.
Penulis: Subandi | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sintiya Nur Cahyani (16) korban kebakaran matanya tampak sembab, merah dan pucat. Ia sedih dan syok atas musibah yang menimpa keluarga dan tetangganya. Namun ia sedikit lega lantara ijazah sekolahnya diselamatkan oleh ibunya.
"Ibu, ijazah saya benar tidak terkabarkan, sudah ibu keluarkan dari rumah kan tadi," tanya Sintiya pada ibunya yang sedang melayani wawancara wartawan di sisa puing kebakaran.
Siswa IPS 3, Kelas 2 SMA 3 Ketapang ini mengaku pakaian dan buku-buku pelajarannya banyak terbakar. Yang tersisa hanya lah pakaian dan bukunya yang dibawanya saat pergi ke Sekolah.
"Saya tadi sekolah, pulang minta izin tapi sampai di rumah sudah habis terbakar," ujarnya.
Ia berharap pemerintah atau pun darmawan mau membantuan untuk meringankan beban mereka. Ia mengaku sangat membutuhkan tempat tinggal baru meski untuk sementara. Serta barang-barang lain seperti pakaian dan makanan untuk sementara waktu.
"Saya harap pemerintah mau membantu kita secepatnya berupa pakaian, makanan. Serta untuk tempat tinggal sementara karena kita tidak ada tempat dan uang untuk mengontrak lagi," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran menghanguskan 14 bangunan di Jl Mayjen Soetoyo, Desa Kali Nilam Kecamatan Delta Pawan, Selasa (8/4/2014). Bangunan yang terbakar terdiri dari rumah dan ruko yang berdempetan hanya terjadi dalam waktu 30 menit.
Satu di antara korban kebakaran, Susino (44) tampak syok atas musibah yang mendadak dialaminya. "Saya duduk di warung depan, tiba-tiba lihat asap dan langsung pulang. Saya matikan skring listrik kemudian ambil surat-surat penting, ijazah anak saya dan televisi," tuturnya dengan pasrah di dekat sisa kebakaran.