Kemarau Panjang, Petani Padi di Sintang Terancam Gagal Panen

Hanya saja kualitas padi tak sebaik seperti kondisi normal

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG  - Kemarau berkepanjangan di Kabupaten Sintang tak hanya menimbulkan dampak asap dan debu, kekeringan yang melanda juga berdampak terhadap lahan pertanian sebab sejumlah petani di Kabupaten Sintang terancam gagal panen.

Kepala Desa Sungai Kelik Kecamatan Ketungau Hulu, Tommy Johanda mengungkapkan mendekati masa panen sepertinya banyak petani padi yang terancam gagal panen tahun ini. "Kemarau panjang ini membuat padi kering dan menguning, karena padi yang baru akan berbunga sudah langsung kering sehingga tak berisi," ujar Tommy kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (18/2/2014).

Menurutnya, hampir semua petani padi di desanya mengalami hal serupa. Terutama petani padi yang sedikit terlambat melakukan penanaman. Sedangkan bagi petani yang lebih dahulu menanan padi, kondisinya sedikit lebih baik.

"Kalau yang nanam terlambat sepertinya memang gagal panen, tapi kalau yang duluan masih ada harapan sebab mereka saat ini sudah panen. Hanya saja kualitas padi tak sebaik seperti kondisi normal," katanuya.

Dikatakannya, kondisi petani padi yang terancam panen ini tak hanya dialami warga dungai kelik. Tetapi juga desa- desa lainnya. Bahkan sepanjang jalan dari Ketungau menuju Sintang banyak padi yang tampak menguning.

"Padi tak berisi, dan menguning. Seharusnya kalau normal hampir dekat panen dan dalam waktu dekat ini sudah panen. Apalagi kalau di desa Sungai kelik banyak petani dengan ladang bukan sawah, sehingga panas yang berkepanjangan padi mati," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved