Damai Natal 2013

Romo Robini: Lima Pilar Menjadi Kudus

Menurut Sto Paulus dalam Rom 1: 7 semua manusia dipanggil untuk menjadi kudus dan dikaruniakan damai dan rahmat.

Editor: Andi Asmadi

Renungan Masa Advent
Oleh: Romo Yohanes Robini Marianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tema Natal tahun ini adalah Datanglah ya Raja Damai! Tema ini diangkat bukan persoalan di Indonesia tidak ada damai, melainkan mengingatkan semua manusia bahwa perdamaian itu sesuatu yang dirindukan.

Menurut Sto Paulus dalam Rom 1: 7 semua manusia dipanggil untuk menjadi kudus dan dikaruniakan damai dan rahmat.

Orang akan bisa hidup berdamai kalau ada yang namanya kekudusan atau kesucian. Mereka yang suci hatinya pasti akan berdamai baik dengan Allah, sesama dan bahkan alam semesta.

Apabila dalam diri manusia ada damai demikian maka ada rahmat yang melimpah. Perdamaian itulah yang diwartakan para malaikat kepada gembala ketika mewartakan kelahiran Yesus 'Damai di bumi'.

Kekudusan itu bukanlah sebuah konsep hanya menjalankan ritual semata-mata demi mencapai perdamaian. Hubungan dengan Tuhan itu bukan soal ritual, hubungan dengan Tuhan adalah soal hati dan lebih tepatnya relasi dengan Tuhan yang hidup. Dan ini harus ditunjukkan dengan perbuatan dan sikap hidup.

Alm. Paus Yohanes XXIII yang membuka Konsili Vatikan II yang terkenal itu, mengatakan untuk mencapai perdamaian manusia membutuhkan empat pilar yaitu kebenaran, keadilan, cinta kasih dan pengampunan.

Kalau keempat hal ini tidak ada, maka tidak mungkin ada perdamaian. Perdamaian tidak akan ada apabila kita berbohong dan menipu. Menipu sendiri sudah tidak adil karena berbuat sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan karena merugikan pihak lain.

Demikian juga tanpa pengampunan maka yang terjadi hanyalah konflik belaka. Manusia memang perlu saling mengampuni meski berat. Hati yang sudah diperbaharui Allah akan bisa mengampuni. Dan yang paling penting adalah cinta kasih, selalu ingin yang baik terjadi pada semua orang.

Keempat pilar ini diulangi Alm. Paus Yohanes Paulus II dengan menambahkan satu pilar lagi supaya manusia bisa berdamai yaitu solidaritas, terutama bagi mereka yang tersingkir, miskin dan membutuhkan bantuan.

Banyak pihak meramalkan konflik ke depan akan lebih pada konflik karena sumber daya alam. Manusia akan berebut sumber daya alam satu sama lain.

Kami harap tidak berebut pangan/makanan karena merasa ada pihak yang tidak adil ingin menguasai mutlak apa yang menjadi hak orang lain. Bayangkan sumber daya alam sudah terbatas ditambah dengan sikap tidak adil dan egois.

Mereka yang tersingkir pasti suatu hari akan bergerak dan membalas. Pelajaran berharga adalah revolusi-revolusi dalam sejarah seperti Revolusi Perancis (1789) dan Revolusi kaum Buruh di Rusia yang melahirkan Komunisme. Apakah itu yang kita cari? Maka kelahiran Raja Damai mengingatkan kita untuk selalu mengusahakan perdamaian demi semua dengan melaksanakan lima pilar tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved