Damai Natal 2013
Integritas Pemimpin
Banyak calon akan menebar janji-janji, ada yang janji sejati atau yang angin surga (alias omong doang)
MENARIK dalam bacaan hari ini di Yer 23:5-8, terutama ayat 6 nama Tuhan adalah Yahweh Kesetiaan. Sebenarnya dalam bahasa Inggris lebih tegas dan jelas yakni Yahweh our integrity. Ini untuk membandingkan dengan para penguasa raja-raja di zaman itu, bahkan pemimpin agama yang sudah tercemar, memberitakan kabar yang bukan dari Tuhan dan penuh dengan kebohongan.
Umat Israel sudah merindukan seorang sosok yang selalu bicara benar, tidak menipu dan berbohong, makanya disebut integritas. Integritas seorang pribadi artinya apa yang diucapkan/dikatakan sama dengan apa yang diperbuat.
Saya kira itu juga yang dicari bangsa kita. Di 2012 yang lalu kita melihat fenomena Jokowi. Bukan bermaksud kampanye Jokowi, melainkan melihat sisi gejala atau fenomenanya. Jokowi dianggap bisa merealisasikan apa yang dicari orang, berbuat sesuatu dan bukan hanya janji. Bangsa kita memerlukan integralitas seorang pemimpin.
Pesan Injil mengenai siapa Yesus yang ditunggu sangat menarik direnungkan. Yesus bukti janji Allah. Namanya Immanuel artinya Allah (yang selalu) menyertai manusia. Di Injil Matius 28:20 nama yang sama di awal dikatakan malaikat dalam mimpi kepada Yusuf diulangi lagi, ingatlah Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman.
Injil Matius dibuka dengan nama Immanuel dan diakhiri dengan nama Immanuel. Allah berjanji dalam diri Yesus bahwa Ia menyertai manusia selamanya.
Tahun 2014 disebut tahun politik. Banyak calon akan menebar janji-janji, ada yang janji sejati atau yang angin surga (alias omong doang). Namun di lubuk hati terdalam masyarakat yang dibutuhkan bukan janji semata, yang dibutuhkan realisasi dan kejujuran, nama lainnya integritas.
Injil ini mengajak semua pihak dengan pesan sederhana, dunia hanya bisa berubah menjadi baik kalau ada kepemimpinan yang integral.