Damai Natal 2013
Momentum Berbelas Kasih
"Jika ada dosa tidak akan tenang. Maka dimanfaatkan baik-baik untuk mengikuti ibadah tobat dan mengaku dosa," ujarnya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perayaan Natal bagi umat Katolik diawali dengan masa advent. Masa advent ini berlangsung selama empat pekan, di mana pekan pertama dan kedua bacaannya tentang akhir zaman yakni persiapan kita yang tahu hal ini diminta selalu siap-siap menghadapi akhir zaman.
Pastor Paroki Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak, Damian Doraman OFM Cap, menuturkan, pada pekan ketiga dan keempat bacaannya bicara tentang kelahiran Yesus Kristus.
Maka persiapan Natal yang menjadi perhatian umat adalah pada pekan ketiga ini. Umat diimbau mempersiapkan diri beribadah dan bertobat supaya dapat merayakan Natal dengan tenang.
"Jika ada dosa tidak akan tenang. Maka dimanfaatkan baik-baik untuk mengikuti ibadah tobat dan mengaku dosa," ujarnya.
Menurut Pastor Damian, Hari Natal selalu berhadapan dengan kelahiran dan anak-anak. Oleh karena itu cerita Natal berbicara tentang kelahiran, sehingga yang dirayakan di sini adalah Tuhan Yesus. Sebab cerita tentang kelahiran, anak bayi, anak tak berdaya selalu menarik perhatian, dan minta belas kasihan dan kasih sayang.
Dengan begitu, aplikasi dari persiapan menyongsong Natal hendaknya perhatikan anak-anak yang telantar terutama di panti asuhan dan tak punya orangtua. Hal tersebut merupakan bagian dari iman untuk menghayati kelahiran Yesus yang sederhana di kandang ternak.
Untuk itu, umat kristiani, paroki-paroki di Katedral diimbau berbelas kasih. Di antaranya dengan menghimpun dana, dan yang disalurkan pertama pada anak-anak kurang beruntung. Sementara berbicara tentang kelahiran anak tentunya kita ingat orangtua.
"Sebab anak tak mungkin muncul begitu saja. Karena itu, orang-orang jompo atau orang tua juga harus diperhatikan sebagai wujud terimakasih bagi dia yang telah melahirkan, membersarkan kita. Kita begini dan gerja begitu juga karena mereka, maka semangat Natal ini penting bagi kita menaruh perhatian terhadap orangtua, orang jompo yang terlantar baik di panti asuhan maupun di rumah-rumah," tuturnya.
Hal demikian juga dilakukan pihak Paroki Katedral dengan membuat paket buat orang tua supaya mereka merasakan adanya perhatian jerih payah menjadi orangtua serta dihargai anak-anak dan gereja.