Pengusaha Kalbar Keluhkan Adanya Dugaan Praktek Monopoli di Pelindo

Terutama di pelabuhan-pelabuhan DUKS (dermaga khusus untuk keperluan sendiri) yang ada disekitar

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Gafeksi Kalbar Retno Pramudya, mengatakan praktek monopoli yang dilakukan Pelindo harus di hentikan. Pengusaha mengeluhkan praktek monopoli yang berdampak pada mahalnya biaya operional yang berdampak pada harga jual produk.

"Pelindo Pontianak sama juga melakukan monopoli. Adanya upaya Pelindo untuk melakukan monopili pekerjaan bongkar muat, sehingga banyak pengusaha mengeluhkan itu," kata Retno Pramudya kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (14/11/2013).

Selain itu, pengusaha, pemilik barang, dan perusahaan bongkar muat mengeluhkan mahalnya biaya sewa dermaga untuk kapal-kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan Pontianak.

"Terutama di pelabuhan-pelabuhan DUKS (dermaga khusus untuk keperluan sendiri) yang ada disekitar Siantan, Wajok, dan Sungai Raya. Mahalnya sewa dermaga juga sebagai pemicu sebabnya mahalnya harga barang-barang kebutuhan masyarakat di Kalbar," ujarnya.

Wajar kalau biaya distribusi di Kalbar termasuk katagori ekonomi biaya tinggi. Karena semuanya serba mahal, termasuk biaya sewa dermaga. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved