Jika Menara Pisa Tak Lagi Miring, Apa Masih Menarik?

Banyak yang menyayangkan, bila Menara Pisa tegak lurus akan kehilangan magnitudnya, yakni kemiringan yang menarik banyak orang.

Editor: Andi Asmadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, ROMA - Yang menarik dari Menara Pisa di Italia bukan karena ketinggiannya yang jelas kalah menjulang ketimbang Burj Khalifa, Dubai. Menara Pisa menjadi ikonik dan tengara paling popular karena kemiringannya.

Karena menentang gravitasi itulah, cagar budaya ini dikunjungi oleh enam juta orang per tahun. Jelas, ini merupakan berkat buat pengelola sekaligus penduduk sekitar yang merasakan dampak positif kehadiran Menara Pisa.

Dalam setahun pula, pengelola mampu menjual 3 juta tiket kepada wisatawan yang ingin mendaki puncak menara dengan ketinggian 8 lantai tersebut.

Jadi, ketika menara ini mengalami restorasi besar-besaran, rasa khawatir dan lega bercampur aduk. Banyak pihak memandang upaya penegakan menara ini sebagai hal positif dan menghindari bahaya reruntuhan jika dibiarkan miring. Namun, tak sedikit pula yang menyayangkan, bila menara ini tegak lurus, maka akan kehilangan magnitudnya, yakni kemiringan yang menarik banyak orang.

Lantas, apa yang terjadi jika keajaiban dunia ini tegak?

Walikota Pisa, Marco Filippeschi, menuturkan, orang-orang Pisa senang bahwa menara telah dipulihkan tetapi jangan sampai lurus karena akan kehilangan daya pikatnya.

Menara Pisa telah lama miring selama lebih dari 800 tahun. Restorasi berasar-besaran senilai 25 juta poundsterling (Rp 451 miliar) yang dilakukan sejak 2001 lalu, memang telah membuat Menara Pisa bergeser lurus 2,5 sentimeter.

Kemiringan menara ini semakin kentara hampir 5,5 meter pada awal 1990-an. Sebelumnya kemiringan nyaris mencapai 56 meter dan terus bergeser lebih dari satu milimeter per tahun dan menciptakan bahaya serta berpotensi rubuh.

Pada tahun 1993, kemiringan berada pada tingkat 5,4 meter. Padahal pada tahun1817 hanya 3,8 meter dan 1,4 meter pada tahun 1350.

Selama bertahun-tahun kemudian, para ahli dan teknisi bekerja untuk menstabilkannya, termasuk menggali terowongan di bawah satu sisi struktur untuk memberikan ruang pergeseran dan melampirkan baja ke menara untuk tetap tegak. Sistem ini bekerja dan menara bergeser seperti yang telah diperkirakan.

Para insinyur melaporkan bahwa mereka secara teoritis bisa meluruskan menara sepenuhnya, tapi tidak mungkin karena status menara miring yang ikonik. Meskipun kemiringan tersebut dinilai berbahaya.

Namun, sekarang, Menara Pisa telah kehilangan sebagian kemiringannya yang popular itu. Sebuah laporan tahunan tentang stabilitas monumen mengungkapkan bahwa menara itu spontan pulih 2,5 sentimeter sejak 2001 dan semakin lurus.

Meluruskan memang bukan sebuah keajaiban, tetapi efek jangka panjang dari proyek restorasi 11 tahun yang selesai pada tahun 2001 menjadi perhatian banyak orang.

Menara seberat 14.500 ton ini sempat ditutup selama satu dekade saat pengelola melakukan perkuatan. Kabel baja pendukung ditempatkan dalam lingkaran di sekitar struktur.

Direktur Teknis Monumen, Giuseppe Bentivoglio, mengatakan, menara yang condong ke arah selatan mulai sedikit tegak.

"Menurut studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Stuttgart, menara akan terus meluruskan "dirinya" sekian milimeter dan kemudian stabil sebelum mulai miring lagi, tetapi pada tingkat yang lebih lambat dari sebelumnya. Secara teori tegak sepenuhnya mungkin akan terjadi," ujar Bentivoglio.

Sumber: dailymail.co.uk

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved