Ramadan 1434 H

Dishub Malang Tolak Pemudik Madura

Terutama tujuan Madura. Mungkin tahun depan bus tujuan Madura akan kami tambah menjadi enam armada

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menolak warga asal Maduramenolak sebagian pemudik Madura, pada program mudik gratis. Program mudik gratis Pemkot Malang dan Pemprov Jatim sangat diminati warga, terutama warga asal Madura. Rombongan mudik gratis diberangkat dari Balaikota Malang, Senin (5/8/2013).

Dalam mudik gratis kali ini, sebanyak 556 pemudik diangkut 12 bus. Mayoritas pemudik menuju Madura, yaitu sebanyak empat bus. Dua bus menuju Banyuwangi, dua bus lain ke Bojonegoro, dua bus ke Trenggalek, satu bus ke Pacitan, dan satu bus ke Ngawi.

Kepala Dishub Kota Malang, Subari mengungkapkan sebenarnya masih banyak pemudik yang ingin pulang kampung ikut program ini. Tapi, Dishub tidak bisa merealisasikannya karena sudah melebihi kuota.

"Terutama tujuan Madura. Mungkin tahun depan bus tujuan Madura akan kami tambah menjadi enam armada," kata Subari.

Program ini sudah berjalan kedua kalinya. Subari berharap program ini bisa berjalan setiap tahun.
Menurutnya, antusiame pemudik menunjukan program ini sangat dinantikan warga.

Seorang pemudik, Dina mengaku senang adanya program mudik gratis ini. Dia berharap program ini berjalan setiap tahun. Menurutnya, mudik gratis ini sangat membantu pemudik yang sering kesulitan mendapat tiket pulang kampung. "Fasilitasnya juga bagus. Tidak berbeda dengan bus lain," kata Dina.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved