Wako Terapkan Sanksi Tilang Orangtua Anak Putus Sekolah
Midji menilai pendidikan merupakan faktor penting yang bisa mengubah perekonomian rumah tangga
Citezen Reporter
Jimmy Ibrahim | Humas Pemkot
WALI KOTA Pontianak, Sutarmidji berencana akan memberikan sanksi tilang kepada orang tua yang tidak menyekolahkan anak-anaknya. Hal ini dilakukannya lantaran ada segelintir orang tua yang sengaja membiarkan anak-anaknya putus sekolah.
Kalau pun masalah biaya masuk sekolah yang kerap dikeluhkan masyarakat, Sutarmidji menegaskan sekolah negeri tidak ada lagi yang memungut biaya. Sedangkan untuk sekolah swasta, Pemerintah Kota Pontianak juga menyiapkan beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.
"Kalau masalah pakaian seragam bagi anak dari keluarga tidak mampu, bapak ibu silakan lapor kepada kepala sekolah karena tahun ini kita sudah menyiapkan 5 ribu pakaian seragam sekolah," ujarnya saat penyerahan bantuan bahan pangan bagi warga Kecamatan Pontianak Timur dalam rangka penanganan daerah rawan pangan, Kamis (11/7/2013) di Aula Kantor Camat Pontianak Timur.
Pemkot memberikan perhatian serius dalam dunia pendidikan termasuk memberikan reward bagi siswa berprestasi untuk meningkatkan sumber daya manusia di Kota Pontianak.
Menurut Sutarmidji, ada beberapa jenis beasiswa diantaranya beasiswa dari Pemkot bagi siswa berprestasi kelas VI SD memasuki SMP, dan kelas III SMP memasuki SMA. Kemudian ada beasiswa dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. "Bantuan beasiswa ini kita serahkan langsung kepada anak yang punya prestasi dari keluarga tidak mampu," jelasnya.
Midji menilai pendidikan merupakan faktor penting yang bisa mengubah perekonomian rumah tangga. Sebaliknya, apabila ada orang tua yang tidak menyekolahkan anak-anaknya maka itu akan menjadi beban selama-lamanya bagi keluarga.
"Tetapi kalau ia sekolah, apalagi yang pintar dan punya prestasi maka dialah yang bisa mengubah ekonomi rumah tangga itu," pungkasnya.