Ramadan 1434 H
Berbuka Puasa dengan Kolak Singkong
Singkong tidak hanya mudah diapat, tapi juga kaya akan manfaat untuk kesehatan, dan baik untuk kesehatan pencernaan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menyambut bulan suci Ramadan, umat islam di indonesia dengan suka cita menyambut bulan penuh berkah dengan aneka persiapan. Persiapan yang tak ketinggalan adalah menyiapkan penganan atau menu khas untuk berbuka puasa bersama keluarga.
Untuk urusan menu khas, masing-masing daerah di indonesia tentu memiliki menu khas yang akan disajikan saat berbuka puasa. Nah, ada satu menu yang jarang ditinggalkan oleh masyakat Kota Pontianak dan sekitar, yakni kolak.
Menu kolak, memang sering ada pada kalangan ekonomi menengah kebawah, namun tidak kalah istimewa dengan menu-menu lainnya yang disantap kalangan menengah ke atas.
Satu di antaranya adalah kolak singkong, kolak merupakan makanan ringan penyegar yang biasa dibuat dengan rebusan umbi ubi jalar, buah pisang, biji nangka, atau singkong yang kemudian di tuang kuah manis dan gurih yang dibuat dengan gula merah atau gula kelapa atau gula Jawa dan dicampur dengan santan yang ditambahkan daun pandan sebagai pengharum kuahnya.
Untuk menambah rasa, penyajiannya biasa dicampur dengan kolang kaling sebagai bahan tambahan. Pembuatan kolak relatif sangat mudah dan tidak banyak variasi baik bahan maupun cara membuatnya. Hal ini membuat kolak menjadi sangat populer di seluruh penjuru tanah air.
Pembuatan kolak dan konsumsi kolak meningkat tajam terutama pada sore hari menjelang buka puasa di bulan puasa, Kolak sudah sangat terkenal sebagai makanan sekaligus minuman segar yang cocok sebagai menu berbuka puasa.
Singkong tidak hanya mudah diapat, tapi juga kaya akan manfaat untuk kesehatan, dan baik untuk kesehatan pencernaan.
Menurut pakar tamana obat, Prof. Hembing Wijayakusuma, mengatakan Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.
Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina. (*)