Promosikan Kalbar Lewat Jejaring Sosial
banyak tugas penting yang akan dihadapinya. Khususnya mempromosikan pariwisata yang ada di Kalbar.
MENGENAL sosok Riana Wulandari, Putri Pariwisata Kalimantan Barat 2013, ini menjadi cerita yang sangat menarik untuk diulas. Cewek asal Mempawah, Kabupaten Pontianak ini adalah seorang teller di Bank BNI Singkawang.
Di usianya yang masih belia ini, banyak prestasi yang telah diukirnya sampai saat ini. Satu di antaranya, adalah predikat Putri Pariwisata Kalbar yang kini disandangnya. Sejak Riana terpilih sebagai Putri Pariwisata Kalimantan Barat 2013, banyak tugas penting yang akan dihadapinya. Khususnya mempromosikan pariwisata yang ada di Kalbar.
Menurutnya, objek pariwisata di Kalimantan Barat tidak kalah menariknya dengan daerah-daerah yang ada di Indonesia, maupun negara luar. "Banyak potensi yang dimiliki Kalbar yang bisa kita banggakan. Contohnya wisata budaya. Kita punya Cap Go Meh. Acara budaya yang selalu menjadi sorotan dunia. Bahkan sampai masuk reko MURI," terang Rie panggilan akrab anak pertama dari pasangan Aniah dan Hilmi itu kepada Tribun, Selasa (25/6/2013).
Ia menambahkan, untuk wisata alam, Kalbar juga memiliki banyak potensi, seperti Danau Sentarum. Kawasan ekowisata ini mempunyai spesies ikan terlengkap di Indonesia dan merupakan penghasil madu terbaik nomor 2 di dunia. "Dan masih banyak lagi yang bisa kita banggakan dari Kalbar," imbuhnya.
Sebenarnya, menurutnyak, Kalbar cukup di kenal oleh masyarakat luar. Apalagi seperti kota Singkawang. Agar semakin terkenal, lanjut Rie, kita harus semakin gencar mempromosikan pariwisata yang ada di Kalbar ini. Tentunya ini tidak hanya di dukung oleh pemerintah, tapi juga oleh semua masyarakat Kalbar.
Untuk itu, tambahnya, kita harus bisa menciptakan sapta pesona. Karena sapta pesona adalah kunci utama dalam dunia pariwisata. "Jika sapta pesona bisa tercipta, saya yakin dan percaya bahwa akan banyak wisatawan akan berkunjung ke Kalbar," ujarnya.
Riana nantinya akan bekerja sama dengan pemerintah untuk terjun langsung dalam memberikan sosialiasi kepada masyarakat, bahwa kelestarian lingkungan dari pariwisata tersebut harus tetap dijaga. Karena objek wisata sangat berhubungan erat dengan kelestarian lingkungan. Jika tidak dijaga, maka wisatawanpun akan enggan untuk berkunjung ke daerah wisata kita.
Promosi tetap harus dilakukan terus menurus, meskipun Kalbar sudah terkenal. "Kami, Putri Pariwisata, berusaha semaksimal mungkin membantu mempromosikan pariwisata Kalbar. Dan membantu semua kegiatan yang berkaitan dengan kepariwisataan, bersama instansi terkait," ujarnya.
Sejauh ini ia mengaku mempromosikan pariwisata yang ada, mulai dari lingkungan dan orang-orang terdekatnya. Serta dirinya juga memanfaatkan media jejaring sosial, sebagai alat untuk mempromosikan wisata-wisata yang ada di Kalbar.
Amanah sebagai seorang Putri Pariwisata, menurutnya, akan selalu ia jalankan dengan baik. "Saya akan melakukan yang terbaik dan akan mengerahkan seluruh energi serta pikiran demi mempromosikan pariwisata yang ada di Kalbar," pungkasnya.
Kantor Mendukung
Setiap pilihan, sudah pasti ada konsekuensi yang harus dihadapi. Ketika dirinya terpilih menjadi Putri Pariwisata Kalbar, banyak kegiatan yang akan dilakukannya. "Itulah konsekuensi yang harus Rie hadapi. Suka atau tidak, ya tetap harus Rie jalanin. Seiring berjalannya waktu, nanti juga akan terbiasa dengan keadaan atau situasi yang baru," tuturnya.
Jika pada suatu saat, kegiatannya tersebut 'bentrok' dengan pekerjaannya saat ini, maka mau tidak mau dirinya harus meminta izin. "Kebetulan dari kantor sangat mensupport. Asal kalau ada kegiatan tidak mendadak diberitahunya dan ada surat izin untuk itu," terangnya.
Menjadi Putri Pariwisata, menurutnya, tidak ada perubahan yang secara signifan terjadi dalam dirinya. "Enggak ada yang berubah sih. Semua masih tetap sama pada pribadi saya. Paling yang berubah sekarang jadi lebih terkenal aja," ujarnya sambil tertawa.
Karena sekarang menyandang predikat sebagai Putri Pariwisata Kalbar, ia mengaku harus menjaga sikap. "Yang sudah pasti apapun yang saya lakukan, selalu menjadi sorotan masyarakat," tambahnya.
Cewek yang hobi membaca ini, ternyata lebih sering memanfaatkan waktu luangnya dengan membaca novel. Pengarang novel favoritnya adalah Luna Torashyungu dan Ilana Tan. Tak hanya itu. Kerap jika waktu libur, ia manfaatkan hang out bareng teman-temannya dan ngumpul bareng keluarga. (tribun pontianak cetak)