Direktur RSUD Agoesdjam Minta Pengunjung Jaga Kebersihan
Mengenai aturan lainnya seperti merokok dan kebersihan dilokasi rumah sakit
Penulis: Novi Saputra | Editor: Jamadin
Selain itu, lanjutnya keluarga pasien memberikan kepercayaan penuh kepada perawat dan dokter jaga, sehingga tak diperlukan ikut bermalam bersama pasien di lokasi RSUD.
"Rumah sakit bukan pasar inpres, bisa tiduran diemperan depan toko. Tapi rumah sakit adalah tempatnya orang sakit yang dirawat agar segera sehat. Bukan tempat orang sehat tiduran dimana-mana,"kata Rihi kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (27/4/2013).
Ada efek negative ketika masyarakat yang menunggui pasien ikut bermalam bahkan bermalam dalam jumlah yang ramai, di antaranya resiko tertular penyakit, RSUD kehabisan air, lantaran air rumah sakit dihabiskan pengunjung baik untuk mandi hingga mencuci.
"Kenapa sering kehabisan air? Kalau digunakan untuk pasien tidak bakalan habis, ini dihabiskan pengunjung baik untuk mandi sampai mencuci. Yang ditakutkan ketika air habis ternyata pasien pada pasien yang sedang butuh air, siapa yang rugi?, belum lagi rumah sakit harus keluar biaya belasan juta sebulan untuk bayar air,"katanya
Mengenai aturan lainnya seperti merokok dan kebersihan dilokasi rumah sakit, kata Rihi pihaknya sudah banyak memasang larangan tanda merokok ataupun buang sampah pada tempatnya. Hingga seluruh jajaran rumah sakit diminta untuk menegur langsung warga yang tak peduli aturan.