Lapas Diserang
Kalapas: Penembakan Tahanan Disaksikan Narapidana Lain
Selain itu, ada beberapa petugas sipir yang saat kejadian sedang bertugas malam mengalami luka di dagu,
Editor:
Jamadin
Kompas.com/ Yustinus Wijaya Kusuma
Aparat kepolisian bersenjata lengkap menjaga gedung LP Sleman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, YOGYAKARTA - Tertembaknya empat tahanan yang tewas pada penyerangan sekelompok bersenjata di Lembaga Pemasyarakataan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013) dinihari, ditembak di depan 31 narapidana penghuni sel 5A blok Anggrek.
Ke empat korban yang tewas yakni Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu.
Diduga buntut penyerangan tersebut tewasnya anggota Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sersan Satu Santoso, yang dianiaya tahanan yang tewas di sebuah kafe.
"Iya betul, mereka 'dieksekusi' di depan napi yang lain," kata Kepala Polres Sleman, AKBP Hery Sutrisman, saat ditemui di Lapas Cebongan, siang ini.
Selain itu, ada beberapa petugas sipir yang saat kejadian sedang bertugas malam mengalami luka di dagu, akibat dianiaya segerombolan bersenjata yang menyerbu penjara kelas II B pada pukul 01.00 WIB. Petugas yang terluka adalah Widiatmoko, 35 tahun, dan Nugroho Putro, 30 tahun.
Meski sempat keluar menemui keluarga yang kawatir dengan keadaannya, namun salah satu petugas sipir yang terluka saat dikonfirmasi enggan memberi komentar kepada wartawan.
Sementara itu sekitar pukul 11.40 Wib, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiyono Saroso mengunjungi lapas tersebut. Terlihat pula Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Sabar Santoso dan Komandan Korem 072/Pamungkas Brigadir Jenderal Adi Wijaya.