Fam Trip Garuda ke Hong Kong, Shenzen, Macau (4)
Godaan Berjudi hingga Tarian Striptease
Ternyata hampir seluruh bagian lantai satu menjadi arena judi. Lokasi permainannya dibuat terpisah. Permainan poker dekat pintu utama.
Excited! Itulah kesan pertama ketika menginjakkan kaki di Macau. Kota yang dijuluki The Vegas of The East ini memiliki percampuran budaya Timur dan Barat yang unik, antara China dan Portugis. Tak hanya perjudian di casino yang diwarkan di sini, tapi ada juga tarian striptease.
Mr Sun telah menunggu di loby Hotel Felicity setelah kami berkemas dan bersiap menuju Macau. Pagi ini adalah hari terakhir 26 peserta Family Trip Garuda berada di Kota Shenzen, Kamis (27/9/2012).
Tak banyak yang dibicarakan Mr Sun dalam bus wisata saat menuju Shekou Port atau pelabuhan laut Kota Shenzen. Hanya celoteh Suparwan Direktur Hasta Kreasi Wisata di mikropon dalam bus, menirukan Mr Sun sebagai guide yang membuat kami selalu tertawa.
Setelah melalui pintu imigrasi Shenzen, kami pun berpisah dengan Mr Sun dan bersiap menaiki kapal feri menuju Macau. "Saya pasti akan datang ke Indonesia, nanti saya kabari," ujar Mr Sun sambil melambaikan tangan.
Sekitar satu jam kapal feri yang dioperasikan oleh TurboJET tiba di Pelabuhan Macau. Kami dijemput Mrs Ayoung, guide yang menemani kami selama di kota judi ini.
Bahasa Indonesia yang dipakai Mrs Ayoung lebih fasih dari Mr Sun. Malah cengkokan Jawa-nya sangat kental sekali. Orangtuanya sempat 30 tahun di Surabaya, kemudian diusir pada masa orde baru dan mereka pun menetap di Macau.
Rombongan kami tidak langsung ke Macau namun mampir makan siang ala India di Kota Taipa, lengkap dengan roti canenya.
Usai makan, kami menuju Venetian Hotel. Di sinilah dihadirkan apa yang tidak terpikirkan, yakni duplikasi Kota Air Venesia di tepi Laut Adriatik, Italia.
Dan sungguh luar biasa, selain berhawa sejuk, duplikasi kota air tersebut dibangun di lantai dua Venetian Hotel. Seperti di daerah asalnya, di sini juga terdapat kanal-kanal untuk beroperasi perahu tradisional Venezia, yakni gondala.
Muljadi Limas beserta istri dan Lu Tju, suami, tak henti- hentinya berpose di lokasi ini. Komisaris Jumbo Land yang berkantor di Jl Gajah Mada Pontianak itu sangat mengagumi tempat ini.
Mereka menikmati suara indah gondolier, sebutan untuk pengayuh gondala asli dari Italia. Gondolier melantunkan lagu bak seriosa dengan nada rendah.
Kami sangat menikmati keindahan bangunan yang artistik plus pemandangan ke atas yang tiada duanya. Bagaimana tidak, atapnya dibuat seperti langit-langit dengan hiasan kecerahan awan.
Seolah-olah tidak pernah ada malam, selalu siang. Yang hebat lagi, tak terlihat tonggak-tonggak yang menahan langit-langit buatan itu. Di sini pula kita semakin menyadari, di atas langit ada langit.
Di bagian lain, pada kiri-kanan kanal duplikasi Venezia tersebut, kita dapat memenuhi keinginan berbelanja. Ada mall dan beragam toko, mulai perhiasan hingga busana. Ada juga outlet khusus klub sepak bola terkaya di Inggris, Manchester United.
Setelah puas menikmati susana Vinezia, saya dan Suparwan Wakil Ketua ASITA DPD Kalbar, turun ke lantai satu menuju casino.
Ternyata hampir seluruh bagian lantai satu menjadi arena judi. Lokasi permainannya dibuat terpisah. Permainan poker dekat pintu utama.