Style Blitz Tribun
Bidik Kupu-kupu Kawin
Mata saya terus mengikuti objek makro agar tidak hilang tanpa melihat ke bawah. Saya kejebur ke dalam pari
Kemampuan fotografer mengidentifikasi serta menemukan setting kamera yang baik, sangat menentukan kualitas foto yang dihasilkan. Demikian yang dikatakan Irfan Marindra, satu di antara penggemar fotografi makro.
Irfan, sapaan akrabnya, yang sedang berkutat pada fotografi genre makro komposisi ini, mengaku asik dan menikmati tiap tantangan yang disuguhkan alam kepada fotografer makro. Satu di antara tantangan itu, yakni berburu detail makro.
Untuk memperoleh detail makro, diakuinya gampang-gampang susah. Fotografer harus mencari sudut yang pas dimana objek makro secara keseluruhan tampak jelas di kamera.
"Saya betul-betul menikmati tiap tantangan itu. Tantangan selanjutnya setelah memperoleh sudut yang cocok, yaitu saat menjepret kamera. Fotografer harus menahan nafas untuk menghindari shake (guncangan akibat nafas). Jangan sampai saat sudut sudah pas, hasil jepretan malah jelek akibat guncangan saat membidik. Karena, bisa jadi momen cantik objek itu tidak terlihat lagi," jelasnya.
Bagi Irfan, objek makro sudah utuh menghunjam emosionalitasnya. Demi mendapatkan hasil makro yang baik dan memuaskan, dia mengganti kameranya dengan Nikon D7000 seharga Rp 9 juta dan lensa makro 105 mm seharga Rp 7 juta. Sebelumnya ia menggunakan Nikon D5000 seharga Rp 5 juta, di mana lensanya masih standard.
Maka tak heran, ketika Irfan berada di lapangan, ia berusaha all out memburu, serta membidik objek makro. Saking khusyuknya mengikuti objek makro yang terbang dan hinggap dari dahan satu ke dahan lain, Irfan pernah terjebur ke parit di semak belukar.
"Mata saya terus mengikuti objek makro agar tidak hilang tanpa melihat ke bawah. Saya kejebur ke dalam parit," kenang Irfan, yang bekerja sebagai Staf Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalbar ini.
Demi mendapatkan hasil yang baik, Irfan rela menunggu momen cantik selama seharian, dengan duduk di semak, hanya untuk membidik kupu-kupu yang sedang kawin.
"Seharian saya duduk di semak sampai pantat saya basah, hanya hendak menunggu momen cantik sepasang kupu-kupu yang sedang kawin," ungkap Administrator grup Komka ini.
Tiap hunting foto, Irfan senantiasa menemukan spesies objek yang berbeda. Hal itulah yang kemudian menjadi pelecut semangat Irfan untuk memburu objek makro.
Menjadikan dunia kecil menjadi besar dengan eksotisme yang menyembul, merupakan motivasi Irfan menyelinap di semak belukar, menelusup ke hutan, dan setengah berendam di parit.