Titik Balik Kehidupan Angie
Ibarat pohon, makin tinggi kian kencang diterpa angin. Tanpa basis moral ketuhanan tulus, trik tipu muslihat korupsi jadi kebiasaan
Celakanya, korupsi bukan lah kelaziman. Kejahatan yang masuk extraordinary crime ini, potret terbalik kemiskinan lahir batin rakyat. Makin menggurita korupsi, kian dalam rakyat terperosok dalam jurang kemiskinan.
Wakil rakyat seperti Angie dan pejabat negara lainnya, kewajiban utamanya memperjuangkan kepentingan rakyat. Targetnya, mewujudkan cita-cita nasional. Rakyat, bangsa dan negara menikmati kemakmuran lahir batin, adil dan aman sentosa.
Jika wakil rakyat dan pejabat pemerintahan, korupsi tentu mengkhianati keutamaan kewajibannya kepada rakyat, bangsa dan negara. Semoga kasus Angie ini jadi pelajaran terakhir, bukan malah membangkitkan gairah korup melalui trik-trik lebih canggih!
Yang patut kita ingat, penyesalan tak pernah di depan, melainkan selalu di akhir. Tega kah Angie menatap putra Balitanya menangis kala dipisahkan jeruji tahanan di Rutan Salemba, kemarin? Saatnya taubat! (*)