Style Blitz Tribun
Hindari dari Jangkauan Anak-anak
Hasil diskusi dengan teman-teman pengoleksi barang-barang antik
Tidak heran, kalau guci peninggalan kerajaan nilainya sangatlah tinggi. Setidaknya guci milik Tn Alfredian bisa mengingatkan kita akan hal itu. Alfredian mengatakan guci berwarna kuning emas bermotif naga kembar ini dibuat pada masa Dinasti Tang yang berkuasa 618 Masehi hingga 907 Masehi. Tingginya tidak kurang dari satu meter dengan diameter 50 cm.
"Hasil diskusi dengan teman-teman pengoleksi barang-barang antik, guci naga kembar ini diperkirakan dibuat pada zaman Dinasti Tang yang berkuasa di China," kata Alfredian kepada Tribunpontianak.co.id.
Guci yang berasal dari China tersebut diakui Alfredian, merupakan warisan keluarganya yang sudah lebih dulu menyukai barang-barang antik. Leluhurnya mewariskannya secara turun temurun hingga sampai kepadanya.
"Berdasarkan keterangan orangtua saya, dulu guci dipakai sebagai tempat menyimpan barang dalam interaksi jual beli. Lantas guci disimpan. Nah, pada tahun 90-an, guci menjadi barang yang bernilai lantaran menyimpan nilai sejarah," papar Alfredian.
Jika dirunut dari sejarah China saat Dinasti Tang berkuasa, umur guci tersebut tidak kurang dari 20 abad. Sungguh, peninggalan barang antik spektakuler dan fantastis. Pasalnya keberadaan guci kembar naga itu masih kokok berdiri tanpa cacat sedikitpun di rumahnya di Jl DI Panjaitan, Kota Pontianak.
"Barang antik yang sarat nilai sejarah dan berumur tua sudah pasti mahal," tuturnya.
Tidak hanya guci, dia juga mengoleksi batu permata antik, piring antik, tanduk rusa, gelang tembaga yang telah berumur ratusan tahun, keris pusaka, mandau dan beberapa barang antik lainnya.
Dalam perawatannya, Alfredian mengaku cukup mudah. "Simpan di tempat aman dari jangkaun anak kecil dan rutin dilap agar tetap mengkilap," akunya. Selain sebagai kolektor barang antik, Alfredian juga membuka penawaran harga jika ada yang berminat membeli barang-barang antik miliknya.