Style Blitz Tribun
Berburu Tupai Pacu Andrenalin
Dengan senapang angin andalannya, Rudi rela merogoh kocek puluhan jutaan rupiah.
Seperti halnya Rudi Pasaribu (33), suplayer alat berat perusahaan swasta di Pontianak ini masih menyalurkan hobi membidik tersebut sejak duduk di bangku SMP di tahun 1994.
Dengan senapang angin andalannya, Rudi rela merogoh kocek puluhan jutaan rupiah. Bahkan untuk kelengkapan aksesoris senapang anginnya, Rudi sampai memesan teropong (telescope) hingga ke Singapura.
Rudi sebelumnya memiliki 12 senapang angin untuk berburu tupai. Kini senapang andalannya hanya tinggal empat. Yaitu Sharp Inova laras panjang kaliber 4,5 mm, Sharp Tiger laras panjang kaliber 4,5 mm, Sharp Ace laras panjang kaliber 4,5 mm dan Sharp Clasik laras panjang kaliber 5,5 mm. Keempatnya seharga masing-masing berkisar Rp 2 juta hingga Rp 6 juta.
"Kegiatan ini bukan untuk gagah-gagahan, namun untuk melepas penat sekaligus refreshing. Kalau sepekan tak berburu, gatal tangan saya," ujar pria satu anak ini.
Menurut Rudi, berburu tak semata kemahiran memompa senjata dan melepaskan peluru. Tetapi seorang pemburu harus memiliki kejelian, kecepatan, dan ketepatan membidik sasaran dengan senjata. Apalagi sasaran tembak peluru biasanya tupai cokelat yang bergerak cepat di antara semak dan pepohonan kelapa.
Terlebih lagi, berburu binatang yang kerap menjadi hama bagi tanaman petani itu kadangkala dilakukan subuh hari. Dengan jarak pandang terbatas, seorang pemburu sangat diuji menembak sasaran dalam medan yang sulit.
Komunitas
Seorang lagi yang menggandrungi berburu adalah Kory Hidayat (31). Pegawai swasta itu telah bertahun-tahun menyalurkan hobi berburunya.
Hobi menembak Kory diturunkan dari sang ayah. Hingga pada tahun 2006, dia mulai memfokuskan diri di komunitas Freedom Sniper, yaitu komunitas berburu tupai. Dirinya juga habis belasan juta rupiah, hanya untuk mendapatkan kepuasan memiliki senapan andalan.
"Beda rasanya apabila berburu dengan target bergerak, seperti tupai. Ada tantangan dan kepuasan tersendiri. Apalagi bidikan bisa tepat di kepala tupai. Puas rasanya," tutur Kory.
Kini Kory memiliki tiga koleksi senapang angin kaliber 4,5 mm. Yaitu Steven laras panjang, Sharp Inova laras panjang, dan Benjamin Frengklyn. Kesemuanya itu telah ia lengkapi dengan teropong, dan peredam. Masalah harga, senapan yang ia miliki berkisar Rp 400 ribu sampai Rp 2 juta-an. Namun semua mesinnya telah di-cun up, alias tidak standar. "Lumayan bisa menyaingi senapan mahal," ujarnya.