Polda: Positif Keracunan

Pemakaman sempat tertunda karena ada kabar yang beredar bahwa siapapun yang menyentuk jenazah akan ikut meningga

Tayang:
Editor: Jamadin
zoom-inlihat foto Polda: Positif Keracunan
Humas Polda Kalbar, Mukson

Gejala Keracunan
Kepala Dinas Kesehatan Landak, drq Magdalena Nurainy Sitinjak, yang dikonfirmasi Tribun, Senin, menyatakan, tim terkait sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel.

"Ini diduga kuat karena racun. Ini juga sesuai dengan gejala  sebelum korban meninggal, yakni ada buih, kejang-kejang, dan badan membiru. Namun, untuk kepastian penyebabnya, masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian," ujarnya.

Ia juga membantah bahwa penyebab kematian adalah virus atau pun wabah. Hal itu terbukti dengan masih sehatnya warga dari keluarga korban yang tidak mengungsi. Ia pun telah menerangkan keadaan itu kepada warga, namun belum ditanggapi dengan baik.

Nurainy mengatakan ia bersama tim dari Diskes Kalbar telah mengunjung langsung ke rumah korban yang ada di Dusun Sebadok pada Senin siang.

"Saya berkunjung langsung ke lima rumah korban, dan kemudian saya ke tempat pengungsian yang ada di gedung SMPN 2 Kuala Behe," ujarnya.

"Saya sudah sampaikan kepada warga di tempat pengungsian. Saya katakan, kami sudah ke dusun, dan kami pun sehat-sehat saja," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga selama di pengungsian, Nurainy mengatakan telah mengirimkan sejumlah kebutuhan, termasuk obat-obatan. Ia tetap mengimbau agar warga segera kembali ke dusunnya.

Sementara itu, F Mitan yang menjabat Ketua RT 05/03 Dusun Sebadok, mengatakan, setelah ada kunjungan dari Dinas Kesehatan, desa sudah bisa dikatakan 75 persen aman.
Mengenai korban sakit, Sario (38), rencananya mau dibawa ke RSUD Landak oleh tim dari dinas kesehatan. Kondisi Sario hanya bisa baring, tidak bisa ngomong karena sakit. Pada Minggu (12/2) lalu, Sario juga mengalami kejang-kejang.

"Waktu itu keadaan di kampung sedang panik. Sario sempat kejang-kejang, sama yang yang diderita oleh warga yang  meninggal. Sekarang sudah tidak kejang-kejang lagi, tapi perlu pemeriksaan lanjutan. Kasihan, dia ada enam anak dan dua istri," ungkap Mitan.

Hari Ini Pulang
Sekretarus Desa Termahar, Sanan, yang dihubungi Tribun,  mengungkapkan, direncanakan pada Selasa (14/2/2012) ini warga akan kembali pulang ke rumah masing-masing.

"Mereka sudah mau pulang. Kasihan juga mereka hidup di sini dengan seadanya. Anak-anak juga sudah waktunya sekolah," ujar Sanan.

Untuk kepulangan warga ke dusun, ujar Sanan, akan menggunakan truk milik perusahaan sawit. "Saya sudah ke dusun bersama Kepala Dusun dan Ketua RT untuk melakukan pengecekan di kampung, sambil mendampingi tim dari Dinas Kesehatan," paparnya.

Selain itu, menurut Sanan, Dewan Adat memutuskan, cukup satu jenazah yang akan diperiksa oleh aparat kepolisian. "Warga bukannya tidak setuju, tapi itu sudah keputusan adat. Proses pemakaman juga sudah di lakukan secara adat hari Minggu lalu," ujar sang Sekdes.

Sanan menceritakan, warga mengungsi pada Sabtu malam hingga Minggu siang. Ada yang berjalan kaki, sebagian ada yang diangkut dengan kendaraan roda empat milik perusahaan sawit.
"Hingga saat ini warga masih ada yang trauma. Makanya, mereka baru ingin kembali kerumah jika keadaan aman atau ada kepastian dari pemerintah," ucapnya.

Sanan juga mengharapkan pemerintah memberikan bantuan pengobatan atau pemeriksaan terhadap kesehatan warga, karena dari Sabtu hingga Minggu lalu cuaca tidak menentu, sebentar  hujan, sebentar panas.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved