SBY Ajak Anas Empat Mata
Rumor meletup 23 Januari 2012, Abraham menggebrak meja saat rapat pimpinan KPK menegangkan terkait status Anas Urbaningrum
"Terus terang saya kecewa mendengar berita insiden saat rapat pimpinan KPK. Kalau benar sungguh sangat disayangkan. Saya tak melihat sebagai disharmonisasi pimpinan KPK, melainkan KPK sudah dibajak kepentingan tertentu," tegas Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al Habsy.
Politisi PKS ini mendesak Ketua KPK mengatakan sebenarnya, tentang apa yang terjadi di antara pimpinan KPK. "Jika benar terjadi, KPK kan kepemimpinannya kolektif kolegial. Biar rakyat bisa membedakan siapa yang punya integritas dan siapa orang titipan," katanya.
Wakil Sekjen Demokrat, Saan Mustopa pun mendesak KPK segera menetapkan status Anas secara jelas, tidak mengambang. "Kalau KPK tak ada bukti, ya jangan dicari-cari lagi. Kalau memang ada persoalan, langsung putuskan saja. Jangan digantung-gantung," kata Saan.
Akibat kasus wisma atlet, membuat Demokrat tersandera. Prinsipnya, Demokrat tetap melakukan pembersihan sejumlah kader yang bermasalah, terutama kader yang sudah jelas berstatus sebagai tersangka.
Anggota Dewan Pembina Demokrat, Syarifuddin Hasan menyatakan, Demokrat tetap mendukung langkah KPK mengungkap kasus korupsi wisma atlet. "Kita jangan berandai-andai, kita tunggu dulu. Prinsipnya, partai memiliki aturan dan tetap mendukung langkah-langkah KPK. Justru lebih cepat diklarifikasi lebih bagus," kata Syarifuddin.
Saan Mustopa pun meyakinkan, hingga kini tak ada niat Demokrat menggelar KLB atau pun menggusur Anas. "Tak ada yang minta Anas Mundur," tegas Saan. Ketua DPD Demokrat Kalbar, Suryadman Gidot pun meyakinkan, tetap mendukung penuh kepemimpinan Anas.
"Kami berkomitmen terus mendukung penuh kepemimpinan Anas dan Ibas, hasil kongres. Saya ingin sampaikan tetap kokoh, walau ada angin-angin yang menerpa," kata Suryadman Gidot. (tribun pontianak edisi cetak)