Gempa Susulan
Berpotensi Gempa Lokal
Pola struktur geologi yang terbentuk ini juga merupakan zona lemah yang berpotensi mengalami pergeseran membentuk gempa lokal.
Ir Nasir Salekat MM
Kabid Geologi Dinas Pertambangan dan Energi Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gempa yang terjadi di Kalbar cukup kuat dirasakan oleh masyarakat di sepanjang pesisir pantai utara.
Dari data BMKG, pusat gempa pada Selasa (23/08/2011) pukul 08.26 WIB terletak pada koordinat 1.15 LU dan 109.19 BT dengan kekuatan 4.4 Skala Richter (SR) dan gempa susulan yang terjadi di laut 4,6 SR pada keesokan harinya.
Fenomena ini cukup menarik itu dicermati karena selama ini Kalbar dikenal secara luas merupakan daerah yang paling aman dari bahaya kegempaan.
Gempa merupakan getaran yang terjadi akibat adanya proses pergeseran kerak bumi.
Pergeseran ini berkaitan erat dengan gangguan keseimbangan gaya yang berkerja pada pergerakan lempeng.
Selama ini, beberapa kawasan di Indonesia digolongkan dalam daerah yang paling rawan gempa dunia. Hal ini tidak terlepas dari letak posisi Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia yaitu Eurasia, India-Australia, dan Pasifik.
Pertemuan lempeng-lempeng tersebut merupakan jalur subduksi yang membentuk struktur patahan dan jalur gunung api yang merupakan zona lemah yang berpotensi terjadinya gempa bumi.
Kenyataannya, Kalbar letaknya berada sangat jauh dari zona lemah yang merupakan jalur gempa besar yang berhubungan langsung dengan aktivitas ketiga lempeng tersebut.
Pertanyaannya, apa Kalbar merupakan daerah bebas gempa?
Sangat sulit menghubungkan kejadian getaran gempa pesisir pantai pantura Kalbar kemarin dengan jalur gempa tektonik Indonesia.
Namun, data geologi Kalbar menunjukkan bahwa provinsi ini disusun oleh tiga kelompok batuan dasar, yaitu batuan metamof, batuan beku, dan batuan sedimen.
Pada beberapa pembentukan jenis batuan tersebut, terjadi proses tektonisasi yang diikuti pembentukan beberapa pola struktur seperti patahan, rekahan, dan lipatan.
Pola struktur geologi yang terbentuk ini juga merupakan zona lemah yang berpotensi mengalami pergeseran membentuk gempa lokal.
Di sisi lain, batuan sedimen Kalbar sebagian disusun oleh lithologi lapisan impermeable dan sebagian lagi oleh lithologi yang mempunyai porosity tinggi, sehingga daerah ini juga berpotensi menjadi daerah rawan gerakan tanah.