Kota Amoy Berguncang

Patahan Terjadi di Bengkayang

Bambang memastikan akan menyelidiki lebih lanjut terkait terjadinya gempa, mengingat di wilayah Kalimantan Barat tidak memiliki gunung berapi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana sampai gempa melanda daerah di Kalbar, yang sebelumnya dinyatakan aman dari gempa?

Kepala BMG Supadio Pontianak, Bambang Hargiyono, yang dihubungi Tribun, Selasa, mengungkapkan, gempa terjadi pukul 08.26 menit 48 detik dengan koordinat pusat gempa 1 derajat 15 menit Lintang Utara dan 109 derajat 19 menit Bujur Timur.

"Kekuatan gempa 4,4 pada Skala Richter dengan pusat gempa lokasi di darat, yakni 132 km barat Pontianak dengan kedalaman 37 km. Potensi untuk tsunami sangat kecil," jelasnya.

Bambang mengatakan, BMKG mendeteksi adanya patahan atau sesar kecil yang terdapat di daerah Bengkayang. Menurut dia, terjadinya gempa di wilayah tersebut merupakan gejala baru.

"Getaran terjadi sekitar satu menit dan ini dirasakan sebagian wilayah Bengkayang dan juga dirasakan di daerah Singkawang," katanya.

 Ia menambahkan, terjadi penganalisaan yang agak lama di BMKG Supadio Pontianak, mengingat gempa yang terjadi tersebut merupakan gejala baru. BMKG akan terus melakukan pemantauan terhadap terjadinya gempa di wilayah tersebut.

"Ini bisa digolongkan gempa tektonik, yang diakibatkan patahan kecil. Masyarakat tidak perlu panik maupun resah dengan kejadian ini, mengingat skala yang ditimbulkan sangat kecil. Peluang untuk terjadi kembali masih kita selidiki lebih lanjut," katanya.

Bambang memastikan akan menyelidiki lebih lanjut terkait terjadinya gempa tersebut, mengingat di wilayah Kalimantan Barat tidak memiliki gunung berapi. (tribun pontianak cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved