Pemilukada Landak
Demokrat Akui Kalah Terhormat
Adrianus menyiapkan kawasan industri Mandor Industrial Estate. Di sentra industri ini tersedia lahan pabrik CPO dan karet.
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kendati Komisi Pemilihan Umum Daerah belum menggelar pleno penetapan pemenang Pemilukada Landak, Anggota DPR dari Partai Demokrat, Lim Sui Khiang menerima kekalahan pasangan yang diusung. Sui Khiang menilai kemenangan Cabup Adrianus Asia Sidot-Heriadi sebagai kemenangan rakyat.
Apreasi dan jiwa besar Lim Sui Khiang dikemukakan, hanya selang tiga hari pasca-pemungutan suara yang digelar, Kamis (9/6). "Demokrat menerima kekalahan pasangan yang kami usung secara terhormat," kata Anggota DPR RI Lim Sui Khiang kepada Tribun Pontianak, Sabtu (11/6).
Tak sampai di situ, Lim Sui Khiang menunjukkan jiwa kebangsaan dan kenegarawanannya. "Dan, untuk masyarakat Landak, Partai Demokrat siap mendukung pemerintahan untuk masa- masa yang akan datang. Kemenangan Adrianus Sidot dan Heriadi merupakan kemenangan masyarakat Landak, dan Kalbar lebih luasnya," tegas senator kelahiran Pontianak, 18 April 1960 yang duduk sebagai anggota Komisi XI DPR ini.
Seperti dilansir Tribun edisi Jumat (10/6), torehan suara sementara Pemilukada Landak 2011 menempatkan pasangan Adrianus Sidot-Heriadi unggul signifikan atas dua pasangan lain.
Data yang terhimpun di 13 Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) mencatat, Adrianus-Heriadi mendulang 126.672 suara (64,87%), Syahdan Anggoi-Honorius Bruno 56.919 suara (29,15%) dan pasangan Suprianto-Sujarni 11.678 suara (5,98%). Suara sah sementara 195.269 dari total
Daftar Pemilih Tetap 244.996.
Atas keunggulangan pasangan Adrianus-Heriadi yang dibesut PDIP ini, Lim Sui Khiang tak lupa menitipkan pesan khusus. Alumni Fakultas Teknik Untan 1987 ini mengingatkan, masyarakat Landak sangat mendambakan infrastruktur yang baik dan berkualitas.
Jalan dan jembatan yang mampu bertahan hingga 20 tahun. "Bukan jalan sekedar bangun dan bertahan 3-4 tahun semata. Untuk apa jika bupati pilihan rakyat membangun seperti itu? Rakyat butuh infrastuktur bermutu," ujarnya.
Ayah dua anak ini menyarankan pembangunan jalan dan jembatan yang mampu bertahan puluhan tahun. Alasannya, masyarakat selain menggantungkan penghasilan dari pertanian, juga sektor pekebunan, khususnya sawit. "Truk-truk pengangkut sawit biasanya bertonase 20 ton ke atas, sehingga jalan yang berkualitas tinggi jadi keharusan," katanya.
"Jajaran pemerintahan baru juga harus mengolah lahan-lahan tidur, melalui perluasan perkebunan sawit dan karet. Tentu dengan pembanguan infrastuktur lainnya, seperti irigasi dan pengayaan pupuk. Landak ke depan harus bisa memberi sumbang peran signifikan untuk industri sawit dan karet nasional," tandas Lim Sui Khiang.
Cabup Adrianus Sidot menyampaikan terimakasih, terutama kepada segenap rakyat yang telah memberi kepercayaan kepadanya untuk kedua kalinya. Ia meyakinkan, program utama dalam pembangunan ekonomi Landak ke depan mengarah ke industrialisasi.
Adrianus menyiapkan kawasan industri Mandor Industrial Estate. Di sentra industri ini disediakan lahan untuk pabrik, di antaranya pabrik CPO dan karet. Diutamakan untuk agroindustri, CPO dan karet, selain industri berbasis mineral.
"Lahan ini gratis bagi investor. Insentif lain yang kita berikan adalah perizinan gratis dan tak perlu diurus ke kantor Pemda. Cukup pengusaha menyediakan semua persyaratannya, dan tim saya yang menjemput ke kantor pengusaha tersebut," kata Adrianus.
Pabrik CPO
Penjelasan jago PDIP ini sekaligus menjawab ekspektasi kalangan pengusaha Kalbar. Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Landak, Mulyadi A Khian meyakini banyak potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan bupati terpilih lima tahun mendatang yang berpotensi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Landak itu memiliki potensi perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit. Ada juga kayu, sengon, dan sungkai. Itu yang bagus dikembangkan nanti," kata Mulyadi. Selain komoditi perkebunan, potensi tambang tak kalah prospektif. Emas dan intan, patut dikembangkan dengan menggandeng investor dan melibatkan masyarakat.
BPS Landak mencatat, potensi emas mencapai 10,62 juta ton, intan 2.040.285 karat, andesit 400 juta m3, kaolin 3,85 juta m3, pasir kuarsa 3.009.500 m3, dan bauksit 200 juta Wmt.
"Semakin meningkatnya produksi sawit, Kadin mengharapkan dibangun pabrik pengolahan CPO untuk menampung hasil perkebunan sawit milik swasta. Pemkab bisa kerjasama dengan Kadin membangun pabrik tersebut," kata Mulyadi.
Di Landak memang sudah ada pabrik milik PTPN XII. Namun saat panen raya, produski sawit tak tertampung di PTPN yang kapasitas produksinya 45 ton per jam, sehingga sering dialihkan ke pabrik di kabupaten lain.