Home & Garden
Desain Tak Lekang Ditelan Zaman
Untuk mengentalkan konsep Mediterania, ia bersama istri mengatur berbagai furniture yang ada di setiap sudut ruangan.
Penulis: Mirna |
Tribunpontianak.co.id- Pekan ini Tribun mengajak Anda untuk melihat kediaman Edy Gunawan SH MH dan Urai Purnawati Spd, di Jalan Sawo Jalur 2 Nomor 51. Penghuni rumah ini, mengadopsi konsep mediterania.
"Sengaja saya memilih konsep ini karena desainnya tidak lekang ditelan zaman. Konsep sepanjang masa. Selama tiga tahun saya menyelesaikannya. Yah, kalau ada uang dikerjakan, kalau tidak ada sambil menunggu mengumpulkan uangnya baru dikerjakan lagi," ungkap Edy saat ditemui di rumahnya, Kamis (2/6).
Baginya, konsep yang diusungnya sangat tepat dibandingkan jika dirinya memilih konsep minimalis. "Untuk memikirkan konsep, saya benar-benar memikirkan budget dan ke depannya. Artinya konsep yang apa saya pilih tentu saja tidak terlalu mengahabiskan banyak uang," ucapnya.
Jika minimalis, menurutnya konsep tersebut hanya pada kurun waktu tertentu. Sebuah bentuk inovasi perumahan. "Rumah minimalis pada dasarnya untuk jiwa orang yang suka mengikuti mode. Sedangkan saya tidak. Yang penting rumah itu enak dilihat dan nyaman ketika bersantai bersama keluarga," jelasnya.
Rumah dengan luas bangunan 340 meterpersegi tersebut, juga sangat kental dengan nuansa Eropa klasik. Banyak lekukan di mana-mana. Baik di atap rumah maupun di setiap ruangan. Untuk dek rumah, ukiran gypsum sangat mendominasi.
Glass block atau blok kaca, dijadikannya sebagai detail material pada beberapa dinding rumah. "Biar terang dan ada pantulan cahaya, saya pasang glass block di dinding rumah. Kalau siang cahaya dari luar masuk ke rumah. Rumahpun tidak gelap," katanya.
Bentuk pintu dengan gaya klasik melengkapi konsep yang diusung. "Pintu rumah ini dari kayu bengkirai. Pada bagian atas pintu bentuknya setengah lingkaran, kalau mediterania kan memang begitu," ucapnya.
Rumah tersebut terdiri dari dua lantai. Dua kamar di lantai dasar dan dua lagi di lantai atas. Untuk ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur, sengaja tidak diberi penyekat. "Biar kesannya lapang dan luas," ujarnya.
Ia menjelaskan, keluarganya adalah keluarga besar. Rumahnya merupakan tempat berkumpul para keluarga yang datang, baik di Kota Pontianak maupun di luar kota. Dengan tidak diberikan penyekat pada ketiga ruangan tadi membuat Edy dan keluarganya yang lain lebih leluasa dalam beraktivitas dan menggelar berbagai acara di kediamannya.
"Saya orangnya tipe terbuka. Apa yang ada di rumah saya, seperti inilah adanya," ujarnya.
Untuk mengentalkan konsep Mediterania, ia bersama istri mengatur berbagai furniture yang ada di setiap sudut ruangan. Kursi jati menjadi pilihan furniture di setiap ruangan rumahnya. "Biar kayu jati nih agak mahal, tapi makainya lama dan awet," jelasnya.
Gorden atau tirai rumah juga tidak disembarang dipilihnya. Ia sangat memperhatikan keserasian antara konsep yang dipilih. "Gordennya kami cari yang benar-benar mencerminkan style Eropa. Akhirnya dapat juga," ujarnya.
Pada gorden tersebut tidak memiliki terlalu banyak detail dan lipatan. Poni di bagian atas gorden mempermanis tampilannya. Pada umumnya gorden ala Eropa, warnanya cenderung lembut.
Menurt Edy, masih banyak lagi yang akan direnovasi pada beberapa areal di rumahnya. "Rencananya lagi akan dibuat kebun depan dan belakang," ucapnya.
Pilih Warna Lembut
SEBAGAI satu komponen utama dari sebuah rumah, warna juga membawa pengaruh baik buruknya kualitas rumah. Desain rumah dan tampak bangunan yang menarik, serta karakter ruang yang berpengaruh terhadap kejiwaan penghuni rumah.